JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
Vol 9, No 2 (2022)

Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende

Edwardus Iwantri Goma (Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Mulawarman)
Sunimbar Sunimbar (Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang)
Ignasius Suban Angin (Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2022

Abstract

Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, tanggal 8 Maret 2019, pukul 11.00 WITA, pada saat itu masyarakat sedang melakukan aktivitas terutama pengguna transportasi lintas Flores mengalami lumpuh total sehingga mengalami kemacetan sepanjang 3 (tiga) kilometer (PVMBG, 2019). Lokasi bencana tanah longsor di Desa Wolotolo terletak pada zona kerentanan tinggi. Zona Kerentanan Tinggi merupakan daerah yang berpotensi untuk terjadi gerakan tanah. Jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama, gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kejadian tanah longsor, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian longsor, faktor-faktor dominan, mekanisme kejadian, risiko masyarakat yang berada di sekitar lokasi longsor serta rekomendasi pengurangan risiko bencana tanah longsor yang diperlukan.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisis kejadian tanah longsor di desa Wolotolo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologi di Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologidi Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko. Tahap utama penelitian ini meliputi tahap pra lapangan, lapangan dan pasca lapangan. Tahap pra lapangan berupa pengumpulan data sekunder. Tahap lapangan berupa pengambilan sampel tanah, identifikasi longsor di lapangan. Tahap pasca lapangan berupa pembuatan peta rawan longsor dan laporan hasil identifikasi lapangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar jenis tanah di Desa Wolotolo adalah ultisol dan inceptisol. Hal tersebut dapat menyebabkan wilayah ini menjadi wilayah yang rentan terhadap terjadinya longsor. Pada penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor dominan kemungkinan penyebab longsor yaitu: kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan sebagai faktor pemicu. Lereng yang curam cenderung berpotensi terhadap longsor, terutama dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan banyaknya lereng-lereng yang curam sampai terjal. Berdasarkan hasil analisis, kemiringan lereng pada Desa Wolotolo lebih didominasi pada kemiringan >45% yang merupakan wilayah sangat curam. Maka dapat diidentifikasi bahwa wilayah tersebut berpotensi terjadinya tanah longsor. Penggunaan lahan pada lereng yang curam juga berpengaruh pada kestabilan lereng. Penggunaan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh hutan, perkebunan dan semak belukar.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jpg

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Education

Description

JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung ...