ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi nosokomial karena P. aeruginosa terjadi akibat pembentukan adhesi dan biofilm yang diperantarai protein binding galactose (LecA) dan transcriptional activator LasR. Senyawa aktif bunga H. Sabdariffa dapat berperan sebagai anti-biofilm, namun mekanisme anti-adhesi dan anti-biofilm pada P. aeruginosa belum diketahui sehingga studi ini perlu dilakukan. Metode: Penelitian komputasi In Silico dengan Molecular Docking (AutoDock Vina) dilakukan pada protein LecA (5D21) dan LasR (4NG2) dengan GalAxG3PS dan ZINC00011544 sebagai kontrol. Sebanyak 21 senyawa aktif bunga H. sabdariffa ditambatkan dan dievaluasi efektifitas ikatan dibanding kontrol dengan menilai energi ikatan bebas (∆G) dan residu asam amino. Selain itu juga diprediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik dengan Lipinski Rule Of Five dan ADMET. Hasil: Senyawa terbaik dilihat berdasarkan energi ikatan bebas dan kesamaan interaksi dengan kontrol. Senyawa yang berpotensi sebagai anti-adhesi terhadap protein LecA yaitu Tiliroiside (∆G -6.9 kkal/mol, 25%), Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -6.7 kkal/mol, 37,5%), dan 4-Caffeoylquinic acid (∆ -6,1 kkal/mol, 25%) sedangkan yang berpotensi sebagai anti-biofilm terhadap LasR protein yaitu Kaempferol-3-O-rutinoside (∆G -8.4 kkal/mol, 44%), Quercetin-3-rutinoside (∆G -8.3 kkal/mol, 55%), dan Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -7,7 kkal/mol, 22%). Hal ini menunjukan bahwa turunan kaempferol dapat menghambat adhesi dan biofilm. Kesimpulan: Senyawa aktif Kaempferol-3-O-sambubioside pada bunga H. sabdariffa mempunyai potensi sebagai anti-adhesi dan anti biofilm pada protein lecA dan LasR. Kata Kunci : LecA; LasR; GalAxG3PS; ZINC00011544
Copyrights © 2022