Penelitian ini berbicara tentang campur kode yang dilakukan guru dan murid dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah menengah Kota Serang Propinsi Banten. Dalam hal ini ditemukan beberapa temuan mengenai gejala campur kode. Situasi formal bisa menyebabkan gejala alih kode dan campur kode. Faktor guru yang kurang dalam penguasaan kosa kata bahasa Indonesia menjadi penyebab timbulnya gejala campur kode. Faktor sosial antara guru dan murid menjadi penyebab gejala campur kode, selain itu faktor kebiasaan dalam pelafalan bahasa Jawa serang akan menimbulkan gejala penyimpangan bahasa.
Copyrights © 2022