MIYAH: Jurnal Studi Islam
Vol. 16 No. 2 (2020)

KAIDAH “’ADAMU TARADUF” PERSPEKTIF MUHAMMAD SHAHRUR (TELAAH ISTILAH AL-QURAN, AL-KITAB, AL-DHIKR DAN AL-FURQAN)

Misbahul Munir (INKAFA GRESIK)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2020

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang salah satu kaidah penafsiran “’Adamu Tarāduf atau tidak adanya sinonimisitas dalam perspektif Muhammad Shahrur; seorang berlatar belakang keilmuan Teknik Sipil, mencoba untuk memahami AlQuran berdasarkan disiplin ilmu yang ia miliki. Prinsip ’Adamu Tarāduf ala Shahrur ini diantaranya di terapkan untuk  membedakan istilah-istilah dalam Al Quran yang selamaa ini dianggap sama, yaitu Al Kitāb, Al Quran al Dhikr dan Al Furqān. Shahrur berhasil membedakan dengan tajam antara term-term tersebut. Istilah Al Kitāb dan Al Quran dibedakan Shahrur dengan merujuk pada ayat 11 dari Surat Al Hijr. Adapun Al Dhikir dimaknaai sebagai bentuk pengubahan (al-Qur’an) menjadi bahasa manusiawi yang secara literal berupa linguistik Arab, didasarkan pada surat al Ḥijr ayat 6-9 dan surat Ṣad ayat 1. Sedangkan makna Al Furqān yang berisi Sepuluh Wasiat (the ten commandements) yang menjadi titik temu agama samawi, Shahrur mendasarkannya pada pemahaman terhadap surat al-An’am ayat 151-153.Kata Kunci : Shahrur, ’Adamu Tarāduf

Copyrights © 2020