Abstract: Tulisan ini membahas secara kritis metodologi penafsiran Muhammad ‘Abid al-Jabiri yang ia tuangkan dalam karyanya Madkhal ila al Quran al Karim dan aplikasinya dalam karya tafsirnya Fahm al-Qur’an al-Karim: al-Tafsir al-Wadih Hasb Tartib al-Nuzul. Secara metodologis tafsir Muhammad al-Jabiri berusaha menghadirkan “yang tak dipikirkan†dan “yang tak terpikir†dan menawarkan tekstualitas (écriture), meniadakan pengarang, mengalihkan sejarah dari tradisi ke dalam intertekstualitas, dan “merayakan†(celebrates) pembaca. Meskipun al-Jabiri tidak secara eksplisit mendasarkan pada teori dekonstruksi khas para pemikir Prancis, namun prinsip-prinsip dekonstruksi tampak jelas dalam semangat metodologis yang ia gunakan untuk menjadikan al-Qur’an kontemporer untuk pembacanya saat ini dengan meramu berbagai pendekatan dalam rangka fasl al-qari’ ‘an al-maqru’ dan wasl al-qari’ ‘ila al-maqru’. Tawaran metodologi baru al-Jabiri bagaimanapun merupakan upaya kreatif untuk mendiloggkan al-Qur’an dengan modernitas. Namun tawaran metodologi tafsir ini menyisakan sejumlah persoalan baik dari segi ontologi, epistemologi maupun aksiologi tafsir al-Qur’an.Keyword: al-Jabiri, dekonstruksi tafsir, tafsir nuzuli
Copyrights © 2022