Materi manajemen yang diajarkan dan dipraktekkan di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beraga Islam, adalah ilmu manajemen yang berlandaskan worldvie barat dan sekuler. Sebagian besar pengajar (guru besar, dosen, dan konsultan) sadar atau tidak telah mengajarkan bahwa ilmu manajemen barat adalah terbaik. Beberapa pendapat mengatakan manajemen barat lebih mengedepankan sisi kapitalisme, dengan mengenyampingkan fitrah manusia. Aktivitas manajemen lebih fokus urusan duniawi, manusia sebagai faktor produksi, sehingga manusia harus bekerja keras mengejar target, dan penggajian pada umumnya berdasarkan pada hasil kerja. Hal ini berbeda dengan aktivitas manajemen pendidikan Islam yang memiliki motif ibadah/ akhirat dan urusan dunia secara seimbang dan bersama. Manusia yang bekerja tetap harus diperhitungkan, meskipun dengan nilai yang rendah. Sementara penggajian tidak hanya dihitung atas dari hasil kerja, tetapi juga ada nilai kebajikan. Berbeda halnya dengan manajemen pendidikan Islam bahwa manajemen pendidikan Islam adalah manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan. Dalam arti, ia merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Bisa juga didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien.
Copyrights © 2021