Prevalensi kejadian diare dan karies gigi di Indonesia masih cukup tinggi terutama pada anak-anak usia pra sekolah. Diare bisa berujung kepada dehidrasi dengan konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita jika terjadi pada anak-anak. Karies pada anak akan menimbulkan rasa sakit yang berdampak pada keengganan anak untuk mengunyah makanan sehingga terjadi malnutrisi dan malposisi gigi tetap. Untuk mencegah kejadian diare dan karies gigi pada anak usia pra sekolah, perlu dilakukan edukasi dengan metode yang tepat, efektif dan mudah diingat oleh anak usia pra sekolah. Metode yang digunakan pada kegiatan edukasi “Edukasi Kebersihan Tangan dan Sikat Gigi Untuk Mencegah Diare dan Karies Pada Anak Usia Pra-Sekolah” adalah ceramah dipadukan dengan pemutaran video demonstrasi dengan musik dan lagu, serta demostrasi langsung menggunakan bantuan alat peraga. Edukasi disampaikan disesuaikan dengan bahasa dan sikap yang sesuai psikologi anak usia pra sekolah sehingga menarik, tidak membosankan, mudah diingat, dan dapat dipraktekan secara rutin setelah kegiatan berakhir. Dari kegiatan ini didapatkan data terdapat cukup tinggi angka kekeliruan dalam teknik menggosok gigi dan mencuci tangan sebesar masing-masing 42% dan 73%. Setelah kegiatan edukasi selesai, tingkat kekeliruan teknik menggosok gigi dan mencuci tangan berkurang manjadi masing-masing 96% dan 36%. Data hasil kegiatan juga menginformasikan bahwa 83% responden mendapatkan pengetahun baru dan 92% responden menginginkan pengulangan kegiatan edukasi secara berkala. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dapat mengurangi kekeliruan cara menggosok gigi dan mencuci tangan sehingga diharapkan dapat menurunkan angka karies gigi dan kejadian diare pada anak usia pra sekolah.
Copyrights © 2023