Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)

MAKNA KAU DAN AKU DALAM PUISI “KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA” KARYA K.H. A. MUSTOFA BISRI (KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE)

Muhammad Arfan (Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo)
Herson Kadir (Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo)
Zilfa Achmad Bagtayan (Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
10 Jan 2021

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna kau dan aku ditinjau dari ketidaklangsungan ekspresi, hipogram, matriks, model, dan varian dalam puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana”. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini yaitu makna puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” karya K.H. A. karya Mustofa Bisri. Sumber data penelitian ini diperoleh dari puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” karya K.H. A. Mustafa Bisri yang dimuat dalam Antologi Ohoi: Kumpulan Puisi Balsem. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan, membaca, mengidentifikasi, mencatat, dan menyajikan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, makna kau dan aku dalam puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” ditinjau dari ketidaklangsungan ekspresi terdapat penggantian arti berupa sinekdoke, penyimpangan arti berupa ironi, dan penciptaan arti berupa konsistensi homolog. Kedua, makna kau dan aku dari hipogram potensial merujuk pada praanggapan bahwa terdapat pernyataan dan tindakan kau yang dianggap bersifat positif dan negatif serta hipogram aktual puisi merujuk pada sejarah orde baru. Ketiga, matriks puisi yaitu “memoar positif dan negatif orde baru”. Model puisi yaitu “memoar orde baru”. Varian puisi tersebut, yaitu 1) segala ruang lingkup kehidupan masyarakat sangat diatur dengan detail oleh penguasa; 2) hukum hanya berlaku bagi oposisi dan kebijaksanaan terkadang bertentangan dengan hukum yang dibuat; 3) pembangunan menjadi prioritas hingga pemimpinnya dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan”. Dengan demikian, makna kau dan aku dalam puisi ini secara semiotik menggambarkan sebuah kekuasaan rezim dan kondisi sosial rakyatnya.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

JBSP

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian ...