Madrasah Muallimin Muallimat (MMA) terletak di desa Tambakberas Jombang. Para siswa di MMA memiliki perilaku menarik ketika berinteraksi dengan guru. Perilaku menarik para siswa MMA dapat dikategorikan sebagai institution culture yang merupakan bagian dari implementasi integrasi imtaq dan iptek. Penelitian ini bertujuan untuk mencari institution culture para siswa MMA, faktor dominan pembentuk institution culture tersebut, serta menghitung persentase dari hasil keduanya. Metode penelitian menggunakan model campuran atau mixed method. Terdapat 2 kelompok bentuk institution culture yang ditemukan pada siswa Madrasah Muallimin Muallimat. Kelompok pertama adalah aktifitas siswa yang berhubungan dengan kegiatan belajar, yaitu: (1) siswa sering tidur di kelas sebesar 48%, (2) siswa belajar lebih tekun sebesar 14%, (3) siswa terbiasa dengan hafalan sebesar 11%, (4) akhlak siswa menjadi lebih baik sebesar 16%, (5) siswa tidak disiplin sebesar 8%, (6) siswa memiliki penampilan yang berbeda dari kebiasaan mereka selama ini sebesar 3%. Kelompok kedua adalah etika siswa yang terbentuk di Madrasah Muallimin Muallimat, yaitu: (1) siswa menunduk ketika terdapat guru yang lewat sebesar 60%, (2) mereka juga menepi untuk membuka jalan sebesar 11%, (3) siswa berjalan dengan lutut ketika masuk kantor sebesar 13%, (4) berbahasa krama inggil dan tidak menatap guru saat berbicara sebesar 9%, (5) menjaga perilaku di depan guru sebesar 5%, (6) memiliki kebiasaan menata sandal sebesar 2%.
Copyrights © 2023