Peningkatan jumlah penduduk menimbulkan dampak negative bagi lingkungan karena limbah yang meningkat dan bervariasi. Perlunya pengelolaan sampah rumah tangga memanfaatkan sampah organic diolah menjadi kompos. Kompos dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman obat keluarga yang ditanam di pekarangan atau dalam pot. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan, menjelaskan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah basah dan sampah kering menjadi kunci utama dalam proses pengomposan. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu upaya gerakan peduli lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara keseluruhan, pemerintah setempat, pendidik pada usia dini sampai perguruan tinggi. Dengan memanfaatkan sampah dan diolah menjadi kompos dan hasil panen dari tanaman obat menjadi lebih aman karena meggunakan kompos dari sampah organic rumah tangga. Perlunya sosialisasi secara berkesinambungan dalam pengelolaan sampah sehingga tidak memberikan dampak negative terhadap lingkungan.
Copyrights © 2023