Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE GREEN PLACE BUILDING FOR LOOKING BIRD AT GUANGZHOU NANSHA BIRD PARK (INFINITE 8) Fariz Nizar; Naufal Kresna Diwangkara
urn:nbn:de:00001miji.v2i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is located in the Nansha Bird Park located in Guangzhou which has an unspoiled wetland landscape. we designed the building with the concept of "Infinite 8", this infinite 8 is a building that has no boundaries like the letter 8 that is unbroken and describes the universe. and also the number "8" on this building symbolizes good luck for most Chinese people. In this design, you will find a pillar that rises to the sky that describes the boundaries of the pole, besides that this building is made of bamboo. The method in this design concept is exploratory, namely by exploring more ideas from various things and philosophies from number 8. This building also adheres to the application of the green building principle with the observation method in the field, responding to wet land, the use of full bamboo is highly recommended for this building. from this study resulted in a design suitable for bird viewing at the Nansha Bird Park in Guangzhou China.
PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI MAKANAN PADA MASYARAKAT DUKUH GUNDI, DESA SURUH, KABUPATEN SEMARANG Niyar Candra Agustin; Sri Subekti; Adi Sasmito; Fariz Nizar
urn:nbn:de:00001miji.v2i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan aditif atau bahan tambahan pada umumnya digunakan dalam proses dan pasca produksi dalam Industri makanan dan minuman salah satunya adalah pewarna makanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan Masyarakat di Dukuh Gundi, Desa Suruh untuk membuat dan menggunakan bahan pewarna alami pada makanan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengabdian yang digunakan adalah diawali dengan survey ke lokasi tujuan pengabdian, sosialisasi, dan praktek pembuatan serta penggunaan zat pewarna alami pada makanan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini produk makanan dengan pewarna alami dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan pewarna alami yang berasal dari bahan-bahan yang ada disekitar.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS UNTUK PUPUK TANAMAN OBAT DI DESA BANDUNGREJO MRANGGEN DEMAK Sri Subekti; Adi Sasmito; Sinta Petri Lestari; Niyar Candra Agustin; Fariz Nizar
urn:nbn:de:00001miji.v3i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk menimbulkan dampak negative bagi lingkungan karena limbah yang meningkat dan bervariasi. Perlunya pengelolaan sampah rumah tangga memanfaatkan sampah organic diolah menjadi kompos. Kompos dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman obat keluarga yang ditanam di pekarangan atau dalam pot. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan, menjelaskan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah basah dan sampah kering menjadi kunci utama dalam proses pengomposan. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu upaya gerakan peduli lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara keseluruhan, pemerintah setempat, pendidik pada usia dini sampai perguruan tinggi. Dengan memanfaatkan sampah dan diolah menjadi kompos dan hasil panen dari tanaman obat menjadi lebih aman karena meggunakan kompos dari sampah organic rumah tangga. Perlunya sosialisasi secara berkesinambungan dalam pengelolaan sampah sehingga tidak memberikan dampak negative terhadap lingkungan.
KONSEP BIOPHILIC DESIGN DALAM ARSITEKTUR KONTEMPORER: TINJAUAN TEORETIS Fariz Nizar; Aufannuha Ihsani; Dwipa Gunadharma; Alfian Faza P.; Dias Wahyu Rifai; Siti Roudhotul M.
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/vastutara.v1i2.13843

Abstract

The development of contemporary architecture presents challenges to environmental sustainability and human psychological needs for connection with nature. The concept of biophilic design emerged as a response to these conditions, by integrating natural elements into the built environment to improve the well-being and comfort of users. This study aims to review and reformulate the concept of biophilic design in contemporary architecture through theoretical studies, emphasizing the importance of integrating the basic principles of biophilia that are in-depth, cross-disciplinary, and relevant to the modern urban context. The method used is a literature study through analysis of literature from various relevant sources, including journals, books, and architectural case studies. The results of the study show that the application of biophilic design principles, such as the use of natural light, vegetation, cross-ventilation, and natural forms, can improve the quality of space and have a positive impact on the psychology and productivity of occupants. By integrating biophilia principles ​​into modern building design, biophilic design not only contributes to aesthetics, but also to the sustainability and health of the built environment.