Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Identifikasi Oksida Besi dan Pengaruh Pencucian Material Magnetik Pasir Besi Pantai Jomblom Menggunakan Metode Sonokimia Prasdiantika, Ricka; Agustin, Niyar Candra; Rohman, Abdul
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.937 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i3.140-151

Abstract

This study aims to prepare iron sand, determine the type of iron oxide, and determine the effect of washing iron sand with sonochemical methods. Iron sand samples were obtained from Jomblom Beach, Kendal Regency. Iron sand was separated using an external magnet to obtain magnetic material. The magnetic material obtained was washed using distilled water manually stirred and using the sonochemical method. The material was dried at 80 °C. Material characterization was carried out using X-Ray Fluorescence (XRF) to determine the elements contained in iron sand, Fourier Transform Infrared (FT-IR) Spectrophotometer to identify functional groups in iron sand, X-Ray Diffraction (XRD) to find out the crystal size and crystallinity of iron sand, and the Transmission Electron microscope (TEM) to determine the morphology of iron sand. The characterization results showed that the iron sand of Jomblom Beach contained Fe (72.28%), Ti (7.89%), Al (7.00%), and Si (7.60%). The iron oxide contained in the Jomblom Beach iron sand was dominated by magnetite (Fe3O4). Washing iron sand magnetic material using the sonochemical method increased the composition of the element Fe, increased the crystallinity of the magnetic material, prevented aggregation, and reduced the crystal size of the magnetic material. Magnetic material which was washed using the sonochemical method produced 79.47% Fe element, crystallinity 74.94%, and crystal size 52.78 nm.
Sintesis Natrium Zirkonia Sebagai Katalis Reaksi Transesterifikasi Minyak Goreng Bekas Agustin, Niyar Candra; Prasdiantika, Ricka
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.249 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i1.44-51

Abstract

Catalyst is one of factor that affect the results of the transesterification reaction. Catalyst has spesific properties that can only be used in certain reaction. In order to carry out the transesterification reaction a suitable catalyst is needed and has optimal performance. This research aims to synthesize sodium zirconia (Na2O/ZrO2) as a catalyst for transesterification reaction of used cooking oil into biodiesel and the effect of the concentration of NaOH solution on the zirconia catalyst (ZrO2). The sodium zirconia catalyst(Na2O/ZrO2) was synthesized by wet impregnation method by mixing ZrO2 and NaOH solution with variations in concentrations of 2, 4 and 6 M. Transesterification reaction is carried out with catalyst amount of 5%(w/w), with areaction time of 20 minutes, and by microwave heating at 400 watt microwave power. The comparison of oil molar with methanol was 1:15. Na2O/ZrO2 catalysts was characterized by Fourier Transform Infrared(FT-IR) Spectrophotometer, and X-Ray Diffractometer (XRD) and Scanning Electron Microscopy/Energy Dispersive X-ray (SEM/EDX). The resulting biodiesel was characterized by Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Using Na2O/ZrO2 2 M catalysts produced the most biodiesel which was 85.5% (w/w). The formed biodiesel contained methyl palmitate (25,11%), methyl linoleate (10,87%), methyl elaidate (57,88%), and methyl stearate (6,14%). The characterization results showed that Na2O/ZrO2 as the transesterification used cooking oil catalyst was successfully synthesized.
ANALISIS PROYEKSI KEBUTUHAN AIR PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM REGIONAL KOTA TARAKAN DAN KABUPATEN BULUNGAN Niyar Candra Agustin; Widi Astuti; Eny Apriyanti
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1419

Abstract

Pengembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan meyebabkan kebutuhanakan air bersih meningkat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat, dimana debit sumber air yang mengalami penurunan tiap tahunnya maka PDAM Kota Tarakan perlumengkaji kembali kebutuhan air bersihnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proyeksi untukkebutuhan air di Kota Tarakan dan kabupaten Bulungan. Proyeksi jumlah penduduk dianalisismenggunakan metode geometrik. Berdasarkan hasil analisis, proyeksi kebutuhan air rata-rata di KotaTarakan hingga tahun 2036 sebanyak 1282 liter/detik terdiri dari kebutuhan air domestik sebesar854,58 liter/detik, kebutuhan air non domestik sebesar 213,64 liter/detik, proyeksi kehilangan airsebesar 213,64 liter/detik. Kebutuhan air baku di Kota Tarakan hingga tahun 2036 sebanyak 899,69liter/detik. Sedangkan proyeksi kebutuhan air rata-rata di Kabupaten Bulungan hingga tahun 2036sebanyak 92, 74 liter/detik terdiri dari kebutuhan air domestik sebesar 63,96 liter/detik, kebutuhan airnon domestic sebesar15,99 liter/detik dan proyeksi kehilangan air sebesar 12,79 liter/detik..Kebutuhan air baku di Kabupaten Bulungan hingga tahun 2036 sebanyak 98,37 liter/detikKata kunci: proyeksi; kebutuhan air; pertambahan penduduk; Tarakan; Bulungan
Sintesis Biodiesel Minyak Ampas Tahu Terkatalisis Lempung Termodifikasi Kalsium Oksida dengan Pemanasan Microwave Niyar Candra Agustin; Ricka Prasdiantika; Sri Subekti
METANA Vol 18, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v18i1.42417

Abstract

Biodiesel telah menjadi sumber energi alternaltif yang terus dikembangkan. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis biodiesel dari minyak ampas tahu menggunakan katalis lempung termodifikasi Kalsium Oksida (CaO) dengan pemanasan microwave untuk menghasilkan biodiesel. Sintesis Katalis lempung termodifikasi CaO menggunakan metode impregnasi basah. Sistesis biodiesel dari minyak ampas tahu melalui reaksi transesterifikasi dengan variasi jumlah katalis lempung termodifikasi CaO 1, 2, 3, 4, 5 % (b/b) dan variasi daya microwave 150, 300, 450, 600, dan 800 watt. Katalis Lempung termodifikasi CaO dikarakterisasi SEM EDX (Scanning Electron Microscopes/Energy Dispersive X-Ray) dan uji kebasaannya dengan metode Hammet. Produk biodiesel dikarakterisasi dengan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa biodiesel minyak ampas tahu telah berhasil disintesis. Biodiesel optimum dicapai pada jumlah katalis lempung termodifikasi CaO sebesar 3% dan daya microwave 600 watt dengan waktu reaksi 15 menit sebesar 90%. Terbentuknya biodiesel dibuktikan dengan beberapa puncak metil ester yaitu metil oleat (59,88%), metil palmitat (36,74%), metil stearat (2,94%), dan metil miristat (0,28%).   Biodiesel has become an alternative energy source that continues to be developed. In this study, biodiesel was synthesized from tofu dregs oil using a clay modified calcium oxide (CaO) catalyst with microwave heating to produce biodiesel. Synthesis of clay modified CaO catalyst using wet impregnation method. Synthesis of biodiesel from tofu dregs oil through transesterification reaction with variations in the amount of modified clay catalyst CaO 1, 2, 3, 4, 5 % (w/w) and variations in microwave power 150, 300, 450, 600, and 800 watts. The CaO-modified clay catalyst was characterized by SEM EDX (Scanning Electron Microscopes/Energy Dispersive X-Ray) and tested for basicity using the Hammet method. The biodiesel products were characterized by Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). The characterization results show that the tofu dregs oil biodiesel has been successfully synthesized. Optimum biodiesel was achieved at 3% CaO-modified clay catalyst and 600 watt microwave power with a reaction time of 15 minutes by 90%. The formation of biodiesel was evidenced by several peaks of methyl esters, namely methyl oleate (59.88%), methyl palmitate (36.74%), methyl stearate (2.94%), and methyl myristate (0.28%).
IDENTIFIKASI PENERAPAN HIEGIENE SANITASI LINGKUNGAN KERJA PT INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG Yustika Kusumawardani; Donni Pudiarto; Niyar Candra Agustin
Neo Teknika Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020) : JURNAL NEO TEKNIKA VOL 6 NO 2 DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v6i2.1891

Abstract

Kebutuhan energi yang hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini adalah kebutuhan energi listrik. Salah satu penyedia tenaga listrik di Indonesia yaitu PT Indonesia Power dimana dengan daya listrik yang dihasilkan berbeda-beda setiap perusahaan pembangkitnya. Unit Pembangkitan Semarang sendiri memiliki daya sebesar 1313,3 MW dan mengoperasikan 4 pembangkit listrik yaitu PLTU, PLTGU, PLTG, dan PLTD. Permasalahan kesehatan di tempat kerja berdampak pada pekerja yang disebabkan adanya ketidak-adequatnya pengendalian faktor risiko lingkungan kerja. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No 5 Tahun 2018 penerapan hiegien sanitasi lingkungan kerja meliputi beberapa aspek yaitu : Bangunan tempat kerja, fasilitas kebersihan, kebutuhan udara, dan tata laksana kerumahtanggaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis kesesuaian penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang dengan peraturan yang berlaku. Metode yang digunakan melalui observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Hasil analisis studi menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang berada di bawah fungsi bagian K3L (Keselamtan Kerja dan Lingkungan) dan bagian umum. Bagian K3L  bertanggung jawab sebagai pengawas mutu sedangkan bagian umum bertanggung jawab terhadap petugas kebersihan yang bekerja di area PT Indonesia Power UP Semarang. Penerapan hiegiene sanitasi lingkungan kerja di PT Indonesia Power UP Semarang sudah cukup baik. Namun pada beberapa aspek masih belum memenuhi persyaratan dari peraturan yang berlaku, diantaranya pada aspek sanitasi bangunan, kelengkapan dan kebersihan toilet, serta penyediaan tempat sampah Kata kunci : Sanitasi, Lingkungan Kerja, PT Indonesia Power UP Semarang
PENINGKATAN PERAN MASYARAKAT KELURAHAN SENDANGMULYO TANGGAP BAHAYA PENYALAHGUNAAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) PENGAWET DAN PEWARNA NON PANGAN Ricka Prasdiantika; Niyar Candra Agustin; Shintawati Dyah Purwaningrum
urn:nbn:de:00001miji.v1i11
Publisher : Merdeka Indonesia Journal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi, keterampilan, dan pemahaman kepada masyarakat di Kelurahan Sendangmulyo tentang bahan tambahan makanan (BTM), ciri-ciri makanan yang mengandung BTM non pangan, macam-macam BTM sintesis yang diijinkan penggunaannya oleh BPOM RI, dan BTM alami sebagai pengganti BTM sintesis. Metode kegiatan yang diterapkan adalah dengan pendekatan langsung ke warga yang dimulai dari survei lapangan, pembuatan proposal kegiatan, mengumpulkan warga untuk diberikan sosialisasi, penyuluhan, bimtek penyalahgunaan BTM non pangan, praktek pembuatan BTM alami, dan diakhiri dengan kegiatan pemantauan hasil kegiatan serta pembuatan laporan kegiatan. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini yaitu produk olahan makanan yang dibuat oleh Ibu-Ibu peserta pengabdian. Pemantauan dari hasil kegiatan yaitu penggunaan BTM alami dan BTM sintesis pangan untuk mengolah makanan sesuai dosis. Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Sendangmulyo lebih bijaksana dalam menggunakan BTM untuk mengolah makanan dan masyarakat mampu membedakan makanan yang menggunakan BTM non pangan.
Synthesis and Characterization of Biodiesel from Tofu Dregs Oil through Esterification and Transesterification Irradiated by Microwave Niyar Candra Agustin; Ricka Prasdiantika; Yustika Kusumawardani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 18, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.363 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v18i1.28-36

Abstract

Biodiesel has become an alternative energy source that continues to be developed. In this research, biodiesel synthesis from tofu dregs oil has been carried out through two stages of the reaction, namely the esterification stage using H2SO4 catalyst to reduce the content of FFA (Free Fatty Acid) and the transesterification stage using KOH catalyst to produce biodiesel. The esterification reaction using 2% H2SO4 catalyst was carried out by microwave heating at power variation of the microwave power 150, 300, 450, 600, 800 Watt with a reaction time of 10 minutes. The transesterification reaction was carried out with variations in microwave power of 150, 300, 450, 600, 800 watts and variations of the reaction time of 5, 10,15,20, and 25 minutes. Biodiesel products were characterized using Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS), Hydrogen-1 Nuclear Magnetic Resonance (1H-NMR) spectrometer, and feasibility test with the American Standard for Testing Material (ASTM). The characterization results showed that tofu dregs oil biodiesel has been successfully synthesized. The optimum biodiesel was achieved at 600 Watt microwave power with a reaction time of 20 minutes at 92%. The formation of biodiesel is evidenced by several methyl ester peaks, namely methyl oleate (59.98%), methyl linolenic (28.13%), methyl palmitate (8.54%), and methyl stearate (2.32%). Based on the results of ASTM biodiesel tofu dregs oil has met SNI-04-7182-2006 standards, namely the specific density parameter 60/60 ° F (0.87 g/cm3), kinematic viscosity at 40 ° C (4.3 mm2/s), pour point (8 °C), flash point (202 °C) and cloud point (7 )° C for biodiesel.
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Bioetanol Sukaryo Sukaryo; Shintawati Dyah Purwaningrum; Niyar Candra Agustin
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1906

Abstract

Limbah terdiri dari limbah padat,cair dan gas yang sangat meresahkan masyarakat, ttapi kalau diolah akan memberikan nilai okonomis yang tinggi. Limbah padat ampas tahu merupakan limbah home industri dalam pembuatan tahu yang dapat di manfaatkan untuk membuat Alkohol. Ampas tahu memiliki kandungan karbohidrat  sekitar 26,9 %.  Dengan kandungan karbohidrat ini di fermentasikan dengan bantuan mikroba saccharomycesatan cerevisiae, dan menambahkan  enzym glukoamilase. Alkohol yang di peroleh pada glokoamilase 15 ml, 20 ml, 25 ml dan 30 ml diperoleh 7 %, 8,5 %, 11 % dan 12 %  dengan variabel tetap ampas tahu 2,5 kg  dan air 3 lt. Sedangkan pada waktu yang efektif untuk menghasilakn kadar alkohol maksimal dengan dengan variabel tetap glukoamilase 30 ml dan ampas tahu 2,5 kg pada waktu 7, 10, 13 dan 16 hari diperoleh kadar alkohol 11,5 %,13 %, 15,5 % dan 14 %. Dari hasil studi terlihat bahwa limbah ampas tahu sangat layak di gunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan alkohol. Kata kunci :  Ampas tahu, Fermentasi  dan  Bioetanol
PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI MAKANAN PADA MASYARAKAT DUKUH GUNDI, DESA SURUH, KABUPATEN SEMARANG Niyar Candra Agustin; Sri Subekti; Adi Sasmito; Fariz Nizar
urn:nbn:de:00001miji.v2i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan aditif atau bahan tambahan pada umumnya digunakan dalam proses dan pasca produksi dalam Industri makanan dan minuman salah satunya adalah pewarna makanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan Masyarakat di Dukuh Gundi, Desa Suruh untuk membuat dan menggunakan bahan pewarna alami pada makanan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengabdian yang digunakan adalah diawali dengan survey ke lokasi tujuan pengabdian, sosialisasi, dan praktek pembuatan serta penggunaan zat pewarna alami pada makanan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini produk makanan dengan pewarna alami dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan pewarna alami yang berasal dari bahan-bahan yang ada disekitar.
Pengaruh Konsentrasi Larutan Asam Klorida terhadap Sifat Bahan Magnetik Pasir Besi Pantai Muara Kencan Ricka Prasdiantika; Niyar Candra Agustin; Shintawati Dyah Purwaningrum
METANA Vol 18, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v18i2.47483

Abstract

Besi banyak digunakan pada berbagai bidang seperti konstruksi, industri semen, dan industri baja, sehingga kebutuhan bahan baku besi semakin meningkat. Besi di alam banyak ditemukan pada pasir besi. Pasir besi masih banyak mengandung pengotor sehingga dibutuhkan treatment seperti dicuci dengan larutan asam untuk mengurangi komposisi pengotor, meningkatkan komposisi besi, dan meningkatkan kristalinitas. Penggunaan larutan asam pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan berkurangnya kandungan besi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari konsentrasi larutan asam klorida terhadap sifat dari bahan magnetik pasir besi. Sampel berasal dari Pantai Muara Kencan Kabupaten Kendal. Bahan magnetik dicuci dengan akuades dan larutan asam klorida dengan konsentrasi yaitu 0,5; 1; 2; dan 4 M dalam sonikator selama 30 menit. Karakterisasi bahan dilakukan menggunakan X-Ray Difraktometer untuk mengidentifikasi kristalinitas dan ukuran kristal, Fourier Transform Infrared Spectrophotometer untuk mengidentifikasi gugus fungsional, dan X-Ray Fluoresence untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang terkandung dalam bahan. Hasil karakterisasi menggunakan XRD dan spektofotometer menunjukkan bahwa pencucian bahan magnetik dengan larutan asam klorida pada berbagai konsentrasi tidak mengubah jenis oksida besinya yang berupa magnetit. Hasil dari karakterisasi menggunakan XRF menunjukkan pencucian bahan magnetik dengan larutan asam klorida pada berbagai konsentrasi mampu meningkatkan komposisi dari unsur Fe. Kondisi optimum terjadi pada pencucian dengan konsentrasi larutan asam klorida 1 M yang menghasilkan kristalinitas sebesar 78,23% dan komposisi unsur Fe sebesar 82,69%. Iron was used in various fields such as construction, cement industry, and steel industry, so the need for iron raw bahans was increasing. Iron in nature was found in iron sand. The iron sand was washed with acid solution to reduced the impurity composition, increase the iron composition, and increase the crystallinity of the bahan. The used of acidic solutions at high concentrations can lead to reduced iron content. This study aims to determine the effect of the concentration of hydrochloric acid solution on the properties of the iron sand magnetic bahan. The sample came from Muara Kencan Beach, Kendal Regency. Magnetic bahan was washed with distilled water and HCl solution with a concentration of 0.5; 1; 2; and 4 M in a sonicator for 30 min. Bahan characterization was carried out using X-Ray Diffractometer to identify crystallinity and crystal size, Fourier Transform Infrared Spectrophotometer to identify functional groups, and X-Ray Fluorescence to identify elements contained in the bahan. The results of FTIR and XRD characterization showed that washing of magnetic bahan with HCl solution at various concentrations did not change the type of iron oxide in the form of magnetite. The results of XRF characterization showed that washing of magnetic bahan with HCl solution at various concentrations was able to increase the composition of the Fe element. Optimum conditions occurred in washing with a concentration of 1 M HCl solution which resulted in crystallinity of 78.23% and elemental composition of 82.69% Fe.