Kebersihan tangan merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini memerlukan perhatian khusus terutama dalam kalangan masyarakat. Kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di Negara-negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara-negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan perilaku cuci tangan. Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dapat mengurangi bakteri sampai 90%. Mencuci tangan dengan air saja dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa 23% bakteri pada tangan, sedangkan dengan sabun dan air dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa hanya 8% bakteri. Di beberapa tempat, seperti Desa Gajah Ayee Dusun Barat Provinsi Aceh Indonesia masih banyak yang kurang peduli tentang kebersihan tangan, mereka hanya melakukan cuci tangan saat tangan mereka jelas kelihatan kotor dan cara mencuci tangan dilakukan sekedar membersihkan kotoran dimana kadang-kadang tidak menggunakan sabun cuci tangan. Oleh karena itu, Dosen dan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam mencoba untuk mensosialisasikan serta melakukan langsung praktik cuci tangan yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mampu memberikan pemahaman dan motivasi masyarakat untuk melakukan cuci tangan dengan benar.
Copyrights © 2023