Karya sastra dijadikan inspirasi dalam melahirkan karya seni lainnya. Seni pertunjukan misalnya sering mengambil lakon-lakon dari karya sastra. Alih wahana dari karya sastra ke karya seni pertunjukan lumrah adanya. Kidung Sri Tanjung merupakan karya sastra bahasa Jawa Kuna yang kemudian dialihwahanakan ke dalam bentuk drama turgi. Proses transformasi ini melibatkan bentuk dan fungsi teks Kidung Sri Tanjung yang mendasari penciptaan naskah drama turgi Sri Tanjung karya Kadek Suardana. Teori interteks dari Riffaterre digunakan dalam penelitian ini untuk menunjukkan teks yang menjadi latar penciptaan karya baru (teks hipogram) serta teks baru yang menyerap dan mentransformasikan hipogram (teks transformasi). Kata kunci: transformasi, kidung, drama turgi, intertekstual
Copyrights © 2022