Tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui apakah konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan manajemen diri dapat mengurangi krisis identitas siswa. Penelitian eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Semua murid kelas XI SMA Islam Al-Fattah Bondowoso menjadi populasi dalam kesempatan kali ini. Studi riset ini memakai observasi, wawancara, dan kuesioner selaku teknik pengumpulan data. Instrumen memakai skala kuesioner berlandaskan skala Likert: sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai. sedangakn guna memperoleh sampel digunakanlah teknik purposive sampling, yakni semua murid kelas XI SMA Islam Al-Fattah. Pretest satu kelompok dan posttest adalah pengaturan eksperimen penelitian ini. Uji Wilxocon match pairs dipakai selaku metode analisis data pada kesempatan kali ini. Penelitian ini meneliti bagaimana penggunaan teknik manajemen diri dalam sebuah kelompok dapat membantu siswa yang mengalami krisis identitas. Skor kuesioner krisis identitas diri siswa kelas XI di SMA Islam Al-Fattah Bondowoso mengalami penurunan setelah diberi perlakuan dengan pendekatan manajemen diri. Terdapat nilai asymp, Sig, (2-tailed) senilai 0,002 yang lebih rendah dari 0,25. Sehingga, layak dikatakan bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Hasil tersebut membuktikan bahwa rerata hasil kuesioner dari pretest dan posttest berbeda. Dengan demikian, penggabungan keterampilan manajemen diri dengan teknik bimbingan kelompok dapat membantu siswa dalam mengatasi krisis identitas.
Copyrights © 2023