Latar Belakang : Diare adalah suatu keadaan di mana konsistensi feces lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih dari biasanya, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari, diare biasanya merupakan gejala infeksi di saluran pencernaan, yang dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus, dan parasite. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatsi diare adalah dengan terapi komplementer berupa terapi madu. Hasil studi laboratorium dan uji klinis menunjukkan bahwa madu murni memiliki aktivitas bakterisidal yang dapat melawan beberapa organisme enteropathogenic, termasuk di antaranya spesies dari E.Coli. Metode: Desain yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review, dengan krtiteria madu dapat mempengaruhi penurunan frekuensi diare balita. Hasil : Sebanyak 5 artikel yang terpilih digunakan dalam penulisan literatur. Dan dari kelima jurnal tersebut mendapatkan hasil akhir yang seragam bahwasanya terapi pemberian madu mempengaruhi dalan penurunan frekuensi diare pada balita. Analisis : Jurnal 1,2,3,4 dan 5 menggunakan metode kuantitatif analtik dengan design pra eksperimen dan quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest dengan kelompok kontrol. Diskusi : Pemberian terapi madu dapat mempengaruhi penurunan frekuensi diare pada balita karena madu memiliki aktivitas bakterisidal yang dsapat melawan beberapa orgaganisme enteropathogenic, termasuk di antaranya spesies dari E.Coli. Kata Kunci : madu, balita, diare.
Copyrights © 2023