Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan metode Abata dalam membantu anak berkebutuhan khusus tuna rungu menghafal Al Quran di Pondok Pesantren Abata Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa metode Abata dapat membantu menghafal Al-Quran bagi anak berkebutuhan khusus tunarungu dengan lebih mudah. Penerapan metode Abata terdiri dari empat (4) tahap; 1) membedakan bunyi, 2) mengeja huruf dan mengaji, 3) menghafal Al Quran, dan 4) muroja'ah hafalan Alqurannya. Faktor pendukung penerapan metode Abata antara lain: 1) Metode yang tepat, 2) Antusiasme anak, dan 3) Guru yang profesional. Faktor penghambat penerapan metode Abata antara lain: 1) Rendahnya semangat anak, 2) Suasana hati yang berubah-ubah, 3) Sedikit terapis untuk tunarungu dan tuna wicara. Kesimpulannya, penerapan metode Abata terbukti mampu membantu anak berkebutuhan khusus tuna rungu dalam menghafal Al Quran walaupun mengalami tuli total dan tuna wicara namun dapat menghafal Al Quran seperti orang pada umumnya.
Copyrights © 2023