ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui besar persentase siswa kelas X.1 dan X.7 yang mengalami miskonsepsi pada konsep larutan elektrolit dan reaksi reduksi-oksidasi di SMA Negeri 11 Makassar dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi tersebut. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini melalui tes diagnostic yaitu Three Tier Test dan didukung oleh data hasil observasi, dan wawancara klinikal. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa kelas X di SMA Negeri 11 Makassar tahun pelajaran 2015/2016 yang telah mempelajari konsep larutan elektrolit dan reaksi reduksi-oksidasi yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas X.1 dan X.7 sebanyak 65 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa persentase siswa kelas X.1 dan X.7 di SMA Negeri 11 Makassar yang mengalami miskonsepsi pada konsep larutan elektrolit dan Reaksi Reduksi-Oksidasi adalah 35,7%. Sebanyak 4,5% siswa mengalami false positive dan 31,2% mengalami false negative. Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada siswa antara lain kurangnya konsentrasi siswa di kelas, penekanan guru yang kurang dalam menyampaikan materi, dan sumber belajar yang tidak tetap. ABSTRACT This research is a descriptive analysis research that aims to determine the percentage of X.1 and X.7 class students who have misconceptions on electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concept in SMA Negeri 11 Makassar and describe the factors that cause these misconceptions. The data of research was obtained by diagnostic tests which is Three Tier Test and supported by observation data and clinical interviews. Subjects in this research were students of class X.1 and X.7 SMA Negeri 11 Makassar in the academic year 2015/2016 who has been studying electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concepts as many as 65 people. Based on the research that has been done can be concluded that the percentage of students in the class X.1 and X.7 SMA Negeri 11 Makassar who have misconceptions on electrolyte solution and reduction-oxidation reaction concept was 35.7%. A total of 4.5% students experienced false positive and experienced 31.2% false negative. The factors that lead to misconceptions in students are lack of students concentration in the class, the teacher is less emphasis in presenting the material, and learning resources that are not fixed.
Copyrights © 2022