Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami teologi pembebasan konteks Asia, (2) mengetahui masalah kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar, (3) mengetahui peran teologi pembebasan Asia dalam mengatasi kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Wujud data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan Pastor Paroki, Pastor Rekan, dan umat di Paroki St. Yohanes Pembaptis Boganatar. Penulis juga menggunakan buku-buku referensi yang berhubungan dengan peran teologi pembebasan Asia dalam mengatasi kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar. Sejak tahun 1950 Paroki St. Yohanes Pembaptis Boganatar berdiri sampai sekarang pelayan pastoral mengalami tantangan yang paling signifikan adalah masalah kemiskinan. Factor penyebab kemiskinan sebagai berikut: pengaturan ekonomi rumah tangga yang kurang bijak. Oleh karena itu, Gereja terus memperbaharui diri berjalan dalam karya pastoral. Semangat berjalan bersama dapat diwujudkan oleh Keuskupan Maumere melalui kegiatan Sinode II Keuskupan Maumere. Berdasarkan rangkuman hasil Sinode Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar mengenai pemberdayaan ekonomi menjadi masalah pokok yang dihadapi umat adalah rendahnya pendapatan ekonomi keluarga. Demikian juga ditingkat Keuskupan Maumere dalam rangkuman akhir dan rekomendasi Sinode II Keuskupan Maumere pada tanggal 24-28 Oktober 2022 menemukan masalah yang sama yakni tentang kemiskinan. Masalah pokok program pemberdayaan ekonomi umat dan warga yaitu: sebagian besar umat miskin ada dua penyebab yaitu minimnya pendampingan wirausaha yang belum bermutu dan manajemen keuangan belum teratur. Oleh karena itu, teologi pembebasan Asia memiliki peran atau pengaruh dalam upaya mengatasi kemiskinan di Paroki St. Yohanes Pembaptis Bogatar-Keuskupan Maumere, yang benar-benar nyata dan dihidupi melalui kegiatan katekese, analisis sosial dan sinode keuskupan Maumere.
Copyrights © 2024