Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Self-Efficacy dan Goal Orientation terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Agama Katolik Bhakti Luhur Malang Gulo, Filiani; Mingkol, Maria; Laka, Laurensius
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 11 (2021): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.794 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i11.1200

Abstract

Prestasi belajar merupakan hasil penilaian dan pengukuran dari segi kogniitif, afektif, dan psikomotorik yang menggambarkan kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan self-efficacy dan goal orientation. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh self efficacy dan goal orientation terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Agama Katolik Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisi regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan, secara parsial, variabel self efficacy (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0.246>0.05 artinya Ha1 ditolak. Sebaliknya, variabel goal orientation (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0.003<0,05 artinya Ha2 diterima. Akan tetapi secara simultan, variabel self efficacy (X1) dan goal orientation (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Y), dengan nilai signifikansi sebesar 0.030<0.05 artinya Ha3 juga diterima.
MAKNA PELAYAN PASTORAL DI PAROKI SANTO YOHANES BAPTISTA BOGANATAR-KEUSKUPAN MAUMERE DALAM TERANG INJIL YOHANES 6: 1-15 Kasiwali, Yulius Candra; Luli, Gregorius S. K.; Lewar, Paulus Pati; Mingkol, Maria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46088

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk (1) memahami makna pelayanan pastoral di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar, (2) mengetahui makna pelayan pastoral di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar-Keuskupan Maumere dalam terang Injil Yohanes 6:1-15. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Objek yang diteliti pelayan pastoral dan umat Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar. Wujud data dalam penelitian ini adalah berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan pelayan pastoral dan umat Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar, obsevasi langsung di lapangan, dan pembicaraan tidak resmi. Selain itu, penulis juga menggunakan buku-buku refrensi yang berhubungan dengan tema ini: makna pelayan pastoral di Paroki Santo Yohanes Babtista Boganatar-Keuskupan Maumere dalam terang Injil Yohanes 6:1-15.. Dalam Injil Yohanes 6: 1-15 dikisahkan bahwa orang banyak melihat tanda yang dikerjakan Yesus, dan mereka itu mau menjadikannya raja. Memang benar dalam tiga tugas pokok Yesus Kristus sebagai imam, nabi dan raja, Yesus Kristus tidak terlepas menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang baik tidak membiarkan suatu situasi yang salah berlangsung terus, seolah-olah tidak bisa melakukan pembenahan agar bisa keluar dari kesulitan yang dihadapi oleh pengikut-Nya. Seorang pemimpin yang baik bukan hanya menunjukkan jalan bagi orang-orang lain melainkan ia melangkah di jalan yang sama bersama dengan mereka. Totalitas pelayan kepada orang kecil dan tugas kenabian pelayan pastoral paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar mencontohi Gembala yang baik. Maka Yesus Kristus sebagai Gembala yang baik adalah contoh dan panutan bagi setiap pastor yang harus direnungkan dan diteladani dalam tugas pelayananya sebagai pastor paroki. Konteks Pelayanan Pastoral di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar adalah untuk semua umat terlebih mereka yang sakit, cacat, menderita dan miskin. Mereka yang sakit, cacat, dan menderita diberi pelayanan dan kesempatan untuk misa maupun melayani komuni orang sakit. Dalam Regio Gerejani Nusa Tenggara telah dikeluarkan buku pegangan khusus bagi para pastor paroki, yakni Buku Tata Laksana Karya Pastoral (TKLP) bagi Pastor Paroki. Salah satu tuntutan yang harus diperhatikan oleh Paroki adalah administrasinya. Efektifitas kepemimpinan pastoral, pelayanan dan karya pastoral serta berbagai mekanisme pastoral akan sangat didukung oleh administrasi paroki yang baik dan rapih. Dengan demikian totalitas pelayan kepada orang kecil dan tugas kenabian pelayan pastoral paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar dapat terwujud secara tepat.
MAKNA RITUS BELO TEKAN PADA MASYARAKAT SUKU LEWAR DUNGAN TANA AI DALAM TERANG ESKATOLOGI KRISTEN DAN RELEVANSINYA UNTUK KARYA PASTORAL GEREJA KATOLIK DI PAROKI BOGANATAR-KEUSKUPAN MAUMERE Kasiwali, Yulius Candra; Buru, Puplius Meinrad; Lewar, Paulus Pati; Manu, Maximus; Mingkol, Maria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami makna ritus Belo Tekan pada Masyarakat Suku Lewar Dungan Tana Ai dalam Terang Eskatologi Kristen, (2) menganalisis, mengkaji, dan membandingkan makna ritus Belo Tekan pada Masyarakat Suku Lewar Dungan Tana Ai dalam Terang Eskatologi Kristen, (3) meningkatkan pengetahuan para pelayan pastoral tentang makna ritus Belo Tekan pada Masyarakat Suku Lewar Dungan Tana Ai dalam Terang Eskatologi Kristen dan relevansinya untuk karya Pastoral Gereja Katolik di Paroki Boganatar-Keuskupan Maumere. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti adalah Makna Ritus Belo Tekan pada Masyarakat Suku Lewar Dungan Tana Ai dalam Terang Eskatologi Kristen dan Relevansinya untuk Karya Pastoral Gereja Katolik di Paroki Boganatar-Keuskupan Maumere. Sumber data primer yang diperoleh dari penelitian melibatkan beberapa narasumber wawancara yang memiliki pengetahuan tentang ritus Belo Tekan pada Masyarakat Dungan Tana Ai. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu, khususnya Makna Eskatologis di Balik Ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana Ai. Berdasarkan penelitian ini penulis menyimpulkan tiga hal pokok berikut. Pertama, ritus Belo Tekan sesungguhnya memiliki makna eskatologi sebagaimana dikonsepkan dalam ajaran Gereja Katolik. Makna ritus Belo Tekan dapat dicermati dengan melihat unsur-unsur eskatologi Katolik seperti kematian, kebangkitan, pengadilan terakhir, api penyucian, neraka, dan surga. Kedua, paralelisasi dan perbandingan setiap unsur dalam makna ritus Belo Tekan dengan konsep seputar Eskatologi Kristen mempunyai titik temu di mana keduanya sama-sama meyakini bahwa ada kehidupan setelah kematian di dunia ini. Akan tetapi ketika berbicara tentang ungkapan atau ritus, di situlah letak perbedaannya. Perbedaan ini tidak membuat pandangan Gereja begitu mendominasi apabila menghilangkan tradisi budaya lokal tetapi malah membuat iman Katolik berakar pada kebudayaan masyarakat suku Lewar Dungan Tana Ai. Ketiga, sejak masuknya Gereja Katolik di Dungan, pemahaman masyarakat tentang ritus Belo Tekan perlahan-lahan diubah. Gereja dan seluruh pelayan pastoral membangun dialog pastoral sehingga Gereja melalui sejumlah pendekatan pastoral mengajak umat meningkatkan iman dengan melihat makna terdalam di balik ritus Belo Tekan. Dengan demikian, makna ritus Belo Tekan menghantar iman masyarakat Dungan untuk percaya terhadap konsep dan pandangan eskatologi Kristen.
KEPEMIMPINAN SERVANT LEADERSHIP DAN MOTIVASI ORANG MUDA DALAM MENINGKATKAN PENDAMPINGAN ANAK TUNAGRAHITA DI KOMUNITAS ALMA PUTERI MALANG Mingkol, Maria; Hatmoko, Tomas Lastari
Jurnal Pelayanan Pastoral  Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 3 No. 1 April 2022
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.159 KB) | DOI: 10.53544/jpp.v3i1.287

Abstract

The subject of this research is the young people who have completed their education at SMAK Bhakti Luhur and SMK Bhakti Luhur Malang who have dedicated themselves for 3 years to accompany mentally retarded children in the ALMA Puteri Malang community. In order to better assist the children, young people need to understand their role as a leader who serves and has motivation in carrying out activities according to the child's abilities. The problem of technological development affects young people in carrying out child assistance activities. Young people who are supposed to be the center of the organizers of activities to improve child assistance, are not able to complete work contracts. Therefore, researchers conducted a study to determine the servant leadership and the motivation of young people in increasing mentoring for mentally retarded children. In this research, the researcher uses the qualitative research method to examine the condition of natural objects. The data collection technique is triangulation (combined): interviews, observations and documentation so that the data obtained are in accordance with the objectives of the study. The results of the study show that servant leadership and the motivation of young people in increasing mentoring for mentally retarded children will be more developed if the leadership model itself prioritizes deep personal relationships, not merely functional or assisting and leading simply because of the task. The young people carry out activities according to the schedule and guidelines in the community, actively and creatively in providing activities to children so that children are happy and can participate in activities. Supporting factors are the availability of infrastructure, experts, clear guidelines, good cooperation and communication and the involvement of all community residents. While the inhibiting factor, it relates to the confdition of the children, likes sick, or lazy.
PERAN TEOLOGI PEMBEBASAN ASIA DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI PAROKI SANTO YOHANES PEMBAPTIS BOGANATAR-KEUSKUPAN MAUMERE Kasiwali, Yulius Candra; Mingkol, Maria; Madung, Otto Gusti; Buru, Puplius Meinrad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami teologi pembebasan konteks Asia, (2) mengetahui masalah kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar, (3) mengetahui peran teologi pembebasan Asia dalam mengatasi kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Wujud data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan Pastor Paroki, Pastor Rekan, dan umat di Paroki St. Yohanes Pembaptis Boganatar. Penulis juga menggunakan buku-buku referensi yang berhubungan dengan peran teologi pembebasan Asia dalam mengatasi kemiskinan di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar. Sejak tahun 1950 Paroki St. Yohanes Pembaptis Boganatar berdiri sampai sekarang pelayan pastoral mengalami tantangan yang paling signifikan adalah masalah kemiskinan. Factor penyebab kemiskinan sebagai berikut: pengaturan ekonomi rumah tangga yang kurang bijak. Oleh karena itu, Gereja terus memperbaharui diri berjalan dalam karya pastoral. Semangat berjalan bersama dapat diwujudkan oleh Keuskupan Maumere melalui kegiatan Sinode II Keuskupan Maumere. Berdasarkan rangkuman hasil Sinode Paroki Santo Yohanes Pembaptis Boganatar mengenai pemberdayaan ekonomi menjadi masalah pokok yang dihadapi umat adalah rendahnya pendapatan ekonomi keluarga. Demikian juga ditingkat Keuskupan Maumere dalam rangkuman akhir dan rekomendasi Sinode II Keuskupan Maumere pada tanggal 24-28 Oktober 2022 menemukan masalah yang sama yakni tentang kemiskinan. Masalah pokok program pemberdayaan ekonomi umat dan warga yaitu: sebagian besar umat miskin ada dua penyebab yaitu minimnya pendampingan wirausaha yang belum bermutu dan manajemen keuangan belum teratur. Oleh karena itu, teologi pembebasan Asia memiliki peran atau pengaruh dalam upaya mengatasi kemiskinan di Paroki St. Yohanes Pembaptis Bogatar-Keuskupan Maumere, yang benar-benar nyata dan dihidupi melalui kegiatan katekese, analisis sosial dan sinode keuskupan Maumere.