Paradigma yang dipakai Eko Prasetyo dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah mengacu kepada dua paradigma keilmuwan sekaligus, yakni paradigma tafsir al-Qur’an dan paradigm ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam realitanya ia banyak menekankan kepada paradigma ilmu pengetahuan dan mengesampingkan paradigma yang seharusnya digunakan untuk menganalisis ayat-ayat kauniyah yakni paradigm tafsir al-Qur’an, sehingga masih terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Metode yang diterapkan Eko Prasetyo tidak selalu konsisten dalam penggunaannya, sehingga terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan mufassir terdahulu banyak diabaikan, seperti halnya analisis bahasa yang mendalam dan kaitannya dengan prinsip-prinsip penafsiran. Inilah yang menjadi titik lemah karya Eko Prasetyo. Walaupun begitu, Penafsiran yang dilakukan Eko Prasetyo patut untuk dijadikan batu lonjakkan sebagai awal dari kebangkitan Islam yang ada di Indonesia.Prinsip-prinsip yang dipegangi oleh Eko Prasetyo dilihat dari metode kaidah tafsir M. Quraish Shihab, masih tidak seimbang banyak rambu-rambu yang diterjang oleh Eko Prasetyo dalam menganalisis makna, sehingga hasil yang didapatkanpun masih belum maksimal untuk dikatakan tafsir yang tergolong objektif.
Copyrights © 2023