Miftarah Ainul Mufid
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPISTEMOLOGI KITAB TAFSIR AL-MUBAROK KARYA KH TAUFIQUL HAKIM Atik Maslukhi; M. Muhid Mashuri; Wiwin Ainis Rohtih; Miftarah Ainul Mufid
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.751

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui Epistemologi penafsiran pada kitab tafsir Al-Mubarok karya dari KH Taufiqul hakim. Karena banyaknya karya tafsir yang beragam pada saat ini, hal itu mendorong penulis untuk mengkaji secara mendalam kitab tafsir yang ditulis oleh KH. Taufiqul hakim. Selain itu, hal menarik yang menjadi latar belakang memilih kitab tafsir karya Taufiqul hakim, karena tafsir ini dikarang oleh Ulama yang melahirkan metode Amstilati (Metode cepat baca kitab kuning). Maka dirasa perlu untuk mengkaji terlebih dahulu mengenai sumber penafsiran serta kevalidannya sebelum dikonsumsi oleh masyarakat luas.Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk menggambarkan epistemologi menemukan yang terdapat dalam Kitab Tafsir Al-Mubarok karya KH Taufiqul hakim.Kitab Tafsir Al-Mubarok ini tergolong kepada Tafsir Bil-Iqtirani, karena Taufiqul Hakim sebagai penulis Tafsir Al-Mubarok memberikan penjelasan dan interpretasi pribadinya terhadap ayat-ayat Al-Quran berdasarkan pengetahuannya dan pemahamannya terhadap teks suci tersebut serta mengutip sumber sumber dari Al-Qur’an, hadist serta pendapat dari para sahabat. Adapun setelah membaca dan melakukan pengamatan, kitab tafsir Al-Mubarok karya KH Taufiqul hakim ini dikatakan Valid. Dengan diukur menggunakan teori Pragmatisme. Teori Pragmatisme penafsiran dikatakan valid yaitu penafsiran mengandung solusi atau pencerahan terhadap masyarakat.
KRITIK TAFSIR AL-FATIHAH KARYA EKO PRASETYO DALAM BUKU “BANGKITLAH GERAKAN ISLAM” (STUDI KAIDAH TAFSIR M.QURAISH SHIHAB) Rina Afizah; Miftarah Ainul Mufid; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.754

Abstract

Paradigma yang dipakai Eko Prasetyo dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah mengacu kepada dua paradigma keilmuwan sekaligus, yakni paradigma tafsir al-Qur’an dan paradigm ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam realitanya ia banyak menekankan kepada paradigma ilmu pengetahuan dan mengesampingkan paradigma yang seharusnya digunakan untuk menganalisis ayat-ayat kauniyah yakni paradigm tafsir al-Qur’an, sehingga masih terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Metode yang diterapkan Eko Prasetyo tidak selalu konsisten dalam penggunaannya, sehingga terkesan melegitimasi ilmu pengetahuan. Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan mufassir terdahulu banyak diabaikan, seperti halnya analisis bahasa yang mendalam dan kaitannya dengan prinsip-prinsip penafsiran. Inilah yang menjadi titik lemah karya Eko Prasetyo. Walaupun begitu, Penafsiran yang dilakukan Eko Prasetyo patut untuk dijadikan batu lonjakkan sebagai awal dari kebangkitan Islam yang ada di Indonesia.Prinsip-prinsip yang dipegangi oleh Eko Prasetyo dilihat dari metode kaidah tafsir M. Quraish Shihab, masih tidak seimbang banyak rambu-rambu yang diterjang oleh Eko Prasetyo dalam menganalisis makna, sehingga hasil yang didapatkanpun masih belum maksimal untuk dikatakan tafsir yang tergolong objektif.