Obat kumur merupakan suatu larutan atau cairan yang digunakan untuk membantu memberikan kesegaran pada rongga mulut serta membersihkan mulut dari plak dan organisme yang menyebabkan penyakit di rongga mulut. Kandungan bahan aktif Povidone Iodine sebagai antiseptik dan memiliki spektrum yang luas terhadap aktivitas antibakteri, jamur, protozoa dan virus, digunakan untuk prosedur oral hygiene rutin, sedangkan kandungan metil salisilat berfungsi sebagai antiseptik yang mampu mengatasi kuman penyebab bau mulut, plak dan membantu menjaga kondisi gusi lebih sehat, sebagai antiseptik karena agresi terhadap mikroba bakteri yang tidak diikuti dengan perusakan jaringan sekitarnya. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang termasuk jenis bakteri flora normal yang terdapat pada kulit, saluran pernafasan serta saluran pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona hambat Obat kumur dengan kandungan bahan aktif povidone iodine & metil salisilat dalam pertumbuhan bakteri dan mengetahui perbedaan zona hambat dari masing- masing kandungan obat kumur. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik sampling yaitu purposive. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh zona hambat obat kumur dengan kandungan bahan aktif povidone iodine mempunyai zona hambat dalam pertumbuhan Staphylococcus dengan diameter kategori Kuat dari 11,50-15,00 mm, Sedang 6,00-9,50 mm, Lemah 0,00 mm dan obat kumur dengan kandungan bahan aktif metil salisilat mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan diameter kategori Kuat dari 11,00-15,00, Sedang 5,50-8,50 mm, Lemah 4,50 mm. Berdasarkan uji statistik anova tidak terdapat perbedaan zona hambat dari masing-masing merek obat kumur yang memiliki kandungan bahan aktif povidone iodine dan metil salisilat dalam pertumbuhan Staphylococcuas aureus diperoleh nilai signifikansi adalah 0,46.
Copyrights © 2023