Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 berdampak pada semua aspek dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah pada kegiatan pariwisata, hal ini terindikasi dari pola perubahan permintaan wisatawan terhadap : kesadaran kebersihan , kesehatan , keselamatan dan kelestarian pada destinasi wisatawan termasuk pada restaurant. Oleh karenanya pelaku pariwisata harus mengetahui dan menerapkan prinsisp yang dikenal dengan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) serta pelayanan prima. Terkait dengan hal tersebut maka dilakukan pengabdian pada masyarakat pada pelaku usaha restaurant dan pramu saji yang berada pada destinasi pariwisata Tanjung Bia, hal ini disebabkan karena berdasarkan hasil observasi 75 % dari pelaku usaha restaurant dan pramu saji belum mengetahui prinsip CHSE dan belum menerapkan pelayanan prima. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pertama mengobservasi sasaran target kemudian memberikan materi penyuluhan terkait dengan CHSE serta pelayanan prima dengan menggunakan metode partisipatif serta melakukan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pertama, peserta tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan CHSE dan pelayanan prima. Hal ini terlihat dari diskusi yang dilakukan dimana peserta tidak mengetahui bagaimana cara menyajikan makanan dan minuman, tidak mengetahui pentingnya pelayanan prima. Kedua, peserta kurang menyadari pentingnya produk yang sehat, aman proses produksinya serta kurang menyadari pentingnya kelestarian lingkungan. Namun demikian respon peserta pada kegiatan ini sangat baik, terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampikan dan juga pada saat mereka mempraktekkan cara penyajian makanan dan minuman serta peserta bersedia menularkan pengetahuan yang diperolehnya pada pramu saji lainnya diseputar Kawasan Wisata Tanjung Bias.
Copyrights © 2023