Peserta didik masih kurang memahami kebiasaan religius di madrasah Ibtidaiyah, terutama yang berbasis pesantren, hal itu membuat munculnya stereotip dikalangan masyarakat. Bahwasannya di MI Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat masih kurang dalam sudut pandangnya seperti peserta didik masih membutuhkan arahan dari pendidik untuk melakukan kebiasaan religius lingkungan pesantren di lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di MI Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat Tulungagung. Metode pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, pengujian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: 1) Stereotip terhadap kebiasaan religius di MI Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat dapat mempengaruhi persepsi dan kebiasaan religus siswa, guru, dan orang tua. 2) Bentuk bentuk stereotip kebiasaan religius di MI Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat Tulungagung yaitu stereotip positip: kegiatan keagamaan di pesantren dianggap sebagai pondasi dalam memperkuat sikap religius siswa. Adapun negatifnya: wali murid yang terlalu mempercayakan anaknya di MI padahal peran orang tua dilingkungan anak sangat penting. 3) Dampak-dampak adanya stereotip terhadap kebiasaan religius lingkungan pesantren di MI Ma’dinul ‘Ulum Campurdarat. Positifnya: membantu siswa mengenal dan memahami agama dan mengembangkan kebiasaan religius yang baik dan benar. Negatifnya siswa kurang maksimalnya siswa menerima akan kebiasaan religius lingkungan.
Copyrights © 2024