Masa depan adalah hal yang tidak pasti tapi risiko adalah suatu keniscayaan yang pasti terdapat dalam setiap proyek. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pengelolaan risiko untuk meminimalisisr dampak negatif yang mungkin terjadi yang menimbulkan kerugian dalam proyek tersebut. Seni mengelola risiko adalah tujuan dari manajemen risiko yang dapat digunakan untuk menilai suatu risiko, sehingga dapat mengidentifikasi, menganalisis, serta mengevaluasi risiko yang dapat terjadi pada suatu proyek konstruksi, seperti pada proyek infrastruktur. Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah suatu mega proyek infrastruktur yang pengerjaannya dilakukan secara bersama oleh Indonesia dan China ditenggarai mempunyai risiko yang sangat tinggi sehingga diperlukan suatu pengelolaan risiko yang tepat untuk meminimalisisr dampak negatifnya. Dalam penelitian ini diambil studi kasus proyek tersebut pada Seksi II yaitu dari Karawang-Purwakarta. Metode yang digunakan adalah HIRADC yang dikombinasikan dengan metode Severity Index untuk analisis risikonya. Penelitian ini dibatasi hanya dari sudut pandang kontraktor. Dari hasil penelitian didapatkan 30 jenis risiko yang bisa diklasifikasi kedalam 9 kategori pada tahap konstruksi. Dari 30 jenis risiko tersebut, berdasarkan hasil analisis terdapat 3 jenis risiko tinggi yaitu keterlambatan pembayaran oleh pemilik proyek, kesulitan akses menuju lokasi proyek, dan ketidakpastian kondisi di lapangan.
Copyrights © 2023