Pendidikan menjadi sarana esensial dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, dengan menyediakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan generasi muda. Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa pendidikan adalah proses yang membawa perubahan signifikan pada sikap dan perilaku manusia. Untuk itu diperlukan pendidikan yang tidak hanya terfokus pada transfer pengetahuan namun keterampilan pengembangan karakter, nilai moral, dan etika. Salah satunya dapat di realisasikan oleh tenaga pendidik untuk membimbing, membantu, dan mendukung peserta didik memenuhi materi akademik. Selain itu aktivitas non-akademik juga memainkan peran penting, berupa kegiatan yang memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas belajar yang di dapatkan di luar jam pembelajaran, sebagai penerapan konkret ilmu pengetahuan. Upaya ini menjadikan individu mengalami transformasi personal, mencakup kesadaran sosial, pemahaman budaya, serta kemampuan berpartisipasi aktif dalam lingkungan sekolah. Salah satu aksi nyata dari penerapan pendidikan yang holistik adalah kegiatan literasi budaya dan kewarganegaraan menggunakan metode pendidikan masyarakat. Mahasiswa Asistensi Mengajar di SMAN 1 Kraksaan, merealisasikan literasi budaya dan kewarganegaraan, dengan meninjau mading sekolah yang belum di kelola secara maksimal. Solusi tersebut berupa pendampingan peserta didik kelas XII untuk berkreasi dan berfikir kritis dalam merekonstruksikan konten positif tentang kepahlawanan. Pengintegrasian dimaksudkan untuk meningkatkan kegiatan literasi sekolah dan membentuk peserta didik menjadi pribadi berpengetahuan luas dan kritis.
Copyrights © 2024