Proses mengudara dan mendarat harus mempertimbangkan arah dan kecepatan angin guna menghindari kejadian yang fatal pada pesawat terbang terutama untuk pesawat berbadan kecil seperti yang dimiliki oleh Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC). Informasi angin yang cepat, tepat dan akurat dapat menjadi pendukung keputusan bagi pilot maupun ATC untuk menentukan landasan yang aman untuk proses lepas landas maupun tinggal landas. Perubahan arah angin skala regional terjadi secara monsunal di kebanyakan wilayah di Indonesia berpengaruh terhadap perubahan arah angin permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari arah kebanyakan angin bertiup di Bandar Udara Budiarto menggunakan aplikasi WindRose (Mawar Angin). Dengan mengetahui arah angin yang dominan berdasarkan bulan dan musimnya untuk menentukan runway yang akan digunakan di Bandar Udara Budiarto. Data arah dan kecepatan angin tiap jam dari Stasiun Meteorologi Budiarto selama periode lima tahun dari Januari 2015 hingga Desember 2019. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa berdasarkan nilai kejadian headwind dan crosswind selama tahun 2015-2019 penggunaan Runway 04 baik digunakan pada saat musim hujan dan Runway 12 pada saat musim kemarau, sedangkan pada musim transisi Runway yang paling baik digunakan adalah Runway 04. Keputusan penggunaan runway tetap diserahkan kepada pihak terkait seperti ATC dan Pilot dengan mempertimbangkan hal hal lain diluar informasi arah dan kecepatan angin
Copyrights © 2023