Artikel ini membahas pentingnya suara pendidik dalam gerakan kesetaraan dan keberagaman, khususnya terkait pendidikan inklusi anak usia dini. Meskipun pendidikan inklusi semakin diterima secara luas, kontribusi dan pengalaman pendidik mengenai praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi seringkali diabaikan. Melalui pendekatan fenomenologi dan metode kualitatif, Â tujuan penelitian berskala kecil ini mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman lima pendidik anak usia dini tentang pendidikan inklusi di lima taman kanak-kanak di Jawa Timur. Analisis tematik data penelitian menggarisbawahi inklusi sebagai hak untuk diterima dan berpartisipasi penuh; kebutuhan untuk modifikasi guna mewujudkan budaya penerimaan, keberagaman, dan inklusi; kurangnya dukungan dan pengembangan profesional yang tidak memadai; serta pentingnya dukungan praktik yang efektif melalui hubungan dengan keluarga, para ahli, dan anak-anak. Temuan penelitian ini menyoroti implikasi pentingnya pengembangan profesional berbasis bukti yang lebih berfokus pada kebutuhan sehari-hari pendidik anak usia dini.
Copyrights © 2023