Salah satu fungsi yang dilaksanakan oleh prajurit TNI AD untuk mendukung pelaksanaan tugas pokoknya adalah melaksanakan fungsi pembinaan teritorial (Binter). Tugas pokok TNI AD sendiri terdiri dari OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang). Salah satu faktor keberhasilan satuan tempur dalam pelaksanaan tugas pokok adalah melalui pembinaan teritorial terbatas yang salah satu motodenya adalah komunikasi sosial. Dalam Komsos TNI-AD tidak hanya menyampaikan informasi atau melakukan kegiatan , tetapi juga juga mendengarkan dan merespon umpan balik dari Masyarakat, dan dengan ini akan lebih bisa dipahami kebutuhan dan harapan Masyarakat. Sesuai Bujuknik Binter TNI-AD, bahwa komunikasi sosial adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan satuan TNI AD bertujuan untuk penyampaian pikiran dan pandangannya yang terkait dengan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang meliputi wilayah pertahanan dan pendukungnya serta membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Banyak fakta yang memperlihatkan keberhasilan satuan tempur di daerah operasi yang degan mudah menaklukan lawan-lawan hanya dengan pendekatan-pendekatan sosial sehingga lawan akhirnya dapat menyerah dan kembali bergabung dengan NKRI. Bahkan tak jarang banyak separatis bersenjata yang dengan suka rela menyerahkan senjatanya kepada prajurit TNI AD tanpa melalui kontak senjata. Seperti yang diberitakan oleh Jayapura, Kompas.TV - Mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka Lambert Pakikir menyerahkan enam pucuk senjata api kepada Pangdam XVII/Cenderawasih pada 1 Mei 2023 lalu, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.[1] Tentu dapat dipahami bahwa tidak mungkin sorang mantan Panglima Operasi dengan serta merta menyerahkan senjata kepada TNI tanpa ada proses. Dan proses yang begitu panjang tersebut adalah pendekatan yang dilakukan oleh seluruh prajurit baik oleh satuan tempur maupun satuan kowil yang berada di wilayah konflik. Dengan metode komsos
Copyrights © 2024