Pemanfaatan tempurung kelapa dan ampas tebu sebagai bahan baku utama pembuatan briket memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif. Briket merupakan arang dengan bentuk tertentu yang dihasilkan melalui proses pemampatan dengan penambahan sejumlah perekat tertentu. Pemanfaatan briket sebagai bahan bakarĀ mampu menghasilkan kalor dengan sedikit asap yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi arang ampas tebu dan arang tempurung kelapa serta jenis perekat terhadap karakteristik briket. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu rasio massa arang tempurung kelapa terhadap arang ampas tebu (90:10, 80:20, 70:30, 60:40 dan 50: 50) dengan jenis perekat briket berupa tepung tapioka. Tahapan penelitian pembuatan briket ini meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi, pembriketan dan analisa produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik briket terbaik terdapat pada briket dengan perekat tepung tapioka dan komposisi arang ampas tebu terhadap arang tempurung kelapa. Karakteristik briket yang terbaik yaitu untuk nilai kalor terbesar terdapat pada perbandingan 60:40 yaitu sebesar 5.663 kal/gr sedangkan untuk ketahanan pada saat pembakaran terdapat pada perbandingan 90:10 yaitu 2 jam 15 menit.Kata kunci : Tempurung kelapa, ampas tebu, briket, karbonisasi
Copyrights © 2024