Red Blood Cell (RBC) dan Red blood cell Distribution Width (RDW) merupakan variabel hematologi yang banyak dikaji sebagai biomarker sepsis dan prediktor mortalitas pasien sepsis yang dirawat secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis potensi EKP sebagai terapi sepsis tikus model melalui variabel nilai RBC dan RDW. Ekstraksi kecoa P. americana menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Induksi sepsis pada tikus model menggunakan metode bedah cecal ligation and puncture. Tikus model sepsis dibagi menjadi empat kelompok terapi yaitu NaCl 0,9%, deksametason 0,75 mg/kg, EKP 50 mg/kg, dan EKP 100 mg/kg. Terapi dilakukan secara per oral 24 dan 36 jam setelah bedah CLP. Rataan nilai RBC setelah induksi sepsis dan diterapi masing-masing sebesar 6,76; 7,82; 8,01; dan 6,80. Persentase nilai RDW setelah induksi sepsis dan diterapi masing-masing sebesar 14,7; 13,75; 13,88; dan 14,26. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan signifikan antara setiap kelompok (P > 0,05), namun nilai RBC dan RDW lebih baik pada kelompok yang diterapi dengan deksametason dan EKP 50 mg/kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah EKP 50 mg/kg berpotensi sebagai terapi sepsis berdasarkan nilai RBC dan RDW tikus model sepsis.
Copyrights © 2024