Articles
Anti Lithiasis Activity of Avocado (Persea americana Mill) Leaves Extract in White Male Rats
IETJE WIENTARSIH;
RINI MADYASTUTI;
BAYU FEBRAM PRASETYO;
ANGGARA ALDOBRATA
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 19 No. 1 (2012): March 2012
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.951 KB)
|
DOI: 10.4308/hjb.19.1.49
In Indonesia, avocado leaves have been used as traditional medicines for diureticum to cure urolithiasis. This research was to determine anti lithiasis activity of avocado leaves (Persea americana Mill) extract on white male rats nefrolithiasis model induced by ethylene glycol. Ethanol extraction method was used to get extract of avogadro leaves. Twenty adult male white rats were divided into 4 different induction treatments i.e. aquadest, ethylene glycol 0.75% and ammonium chloride 2%, and extract of avocado leaves with different levels of 100 and 300 mg/kg bw respectively. Their body weight was measured daily to determine their growth ratio. And at the end of the trial, the kidney was analyzed its calcium level and inhibitory activity to formation of calcium oxalate crystals. The results showed that the amount of calcium level in the kidney of rats treated with extract of avogadro leaves was significantly decreased than that of rats treated with ethylene glycol 0.75% and ammonium chloride 2% (P < 0.05). The extract avocado leaves as a herbal remedy can be recommended as a phytotherapeutic agent especially for preventive action for urolithiasis diseases.
Aktivitas Diuretik dan Analisa Mineral Urin Perlakuan Ekstrak Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus Benth) pada Tikus Jantan
Rini Madyastuti;
Ietje wientarsih;
Setyo Widodo;
Erni H Purwaningsih;
Eva Harlina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (683.912 KB)
|
DOI: 10.29244/avi.8.2.16-23
Tanaman Kumis Kucing merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak keuntungan dan sudah digunakan sejak dahulu dalam upaya menjaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas diuretik dari penggunaan ekstrak Kumis Kucing dan mengukur kadar kalium dan natrium dalam urin. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat grup; kontrol negatif (akuades), kontrol positif (furosemide), dosis ekstrak 1 (250mg/kg BB) dan dosis ekstrak 2 (500mg/kg BB). Ekstrak diberikan secara peroral selama 7 hari. Aktivitas diuretik pada kelompok ekstrak dan kontrol positif pada jam pertama (P>0.05) dan jam keenam (P<0.05). Volume urin kumulatif dosis 1 mendekati furosemide. Pengukuran mineral urin menunjukkan hasil kehilangan mineral natrium dan kalium pada kelompok ekstrak lebih kecil dibandingkan kelompok referensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dosis efektif ekstrak Kumis Kucing adalah 250 mg/kg BB pada jam ke-2 dan menunjukkan kehilangan mineral dalam urin yang lebih kecil.
Terapi giardiasis penyebab diare non-spesifik pada kucing
Rizal Arifin Akbari;
Ietje Wientarsih;
Bayu Febram Prasetyo;
Rini Madyastuti
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.175 KB)
|
DOI: 10.29244/avl.2.1.7-8
Kucing jantan berumur 4 tahun bernama Rambo datang ke Klinik Star Vet Ciomas Bogor dengan keluhan menderita diare selama 6 bulan. Kucing memiliki kebiasaan diberikan minum air mentah, sering minum air toilet dan air got. Kucing di diagnosa menderita Giardiasis dengan menggunakan teknik fecal flotation yang ditunjukan dengan adanya kista Giardia sp. sebanyak >30 kista per lapang pandang. Kucing di terapi menggunakan antibiotika metronidazol dosis 20 mg/kg BB, imunomodulator (Echinacea extract) dosis 0.1 ml/kg BB dan Vitamin B12 dosis 0.025 mg/kg BB secara peroral selama 10 hari. Dilakukan pemantauan melalui pengamatan bentuk feses dan menghitung jumlah kista Giardia pada hari ke-0, 5, dan 10 pascaterapi. Pada hari ke-10 pascaterapi, feses sudah mulai berbentuk dan tidak ditemukan kista Giardia sp. sehingga kucing dinyatakan sembuh dari Giardiasis.
Gambaran kristal urin pada hewan model nefrolitiasis hasil induksi etilen glikol
Rini Madyastuti Purwono;
Ietje Wientarsih;
Setyo Widodo;
Erni H Purwaningsih;
Eva Harlina
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.24 KB)
|
DOI: 10.29244/avl.3.1.19-20
Tingginya tingkat keterulangan kasus urolitiasis baik pada hewan maupun manusia, menuntut penelitian dalam mencari solusi menurukan angka keterulangan. Penelitian urolitiasis membutuhkan hewan model urolitiasis yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Salah satu metode yang digunakan adalah menciptakan kondisi hiperoksaluria. Penggunaan induksi etilen glikol menjadi metode yang paling umum digunakan. Induksi ini menghasilkan kristal kalsium oksalat monohidrat.
Evaluation of Drug Uses for Calicivirus and Panleukopenia Treatment in Bogor Animal Clinic on 2017 and 2018
Muhammad Agung Nulhakim;
Bayu Febram Prasetyo;
Rini Madyastuti Purwono
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 1 No. 9 (2021): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1937.038 KB)
|
DOI: 10.59188/eduvest.v1i9.202
Drug therapy in cases of infections by viruses is only to prevent secondary infections. The use of drugs for each action must be evaluated through a drug use evaluation program (EPO) in order to guarantee a rational and effective drug. This study aims to examine the drugs in case for handling and the effectiveness of drug use in cases of infections caused by viruses, in this study the therapeutic use of drugs in cases of feline calicivirus and feline panleukopenia. This research is a descriptive study using data from 543 patients who came to get treatment of clinic in Bogor City during 2017 and 2018, 29 of which were infected with feline calicivirus and 32 infected with feline panleukopenia. Evaluation of drug use in these two viral diseases is done descriptively by comparing research data with literature. The results showed the use of drugs in the case of feline calicivirus there were 12 types of drug treatment, while in the case of feline panleukopenia there were 9 types of drug treatment. The use of drugs most often used is based on the records of veterinary clinical records, namely the preparation of metronidazole combined with cefadroxil to handle cases of feline calicivirus and metronidazole alone to handle cases of feline panleukopenia.
ANALISIS POTENSI DAUN TORBANGUN (Plectranthus amboinicus) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Klebsiella pneumoniae SECARA IN SILICO
Nabila Nur Nafiati;
Rini Madyastuti Purwono;
Nurhidayat Nurhidayat;
Laksmi Ambarsari
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 8 No 1 (2023): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/jpx.v8i1.5190
Antibiotic-resistant is a global issue. Klebsiella pneumoniae has high priority to find its antibiotic because it has extended-spectrum beta-lactamase (ESBL) enzyme that makes the bacteria easy to resist the antibiotic. The study of phytochemicals in medicinal plants is one of the efforts to find antibiotics. Indrulizia is one of the empirical medicinal plants containing flavonoids used to treat disease. The aim of this study was to analyze the potential of borage as an antibacterial agent against Klebsiella pneumoniae in silico. Docking is the method for this study using AutoDock Vina. This is an application for docking the enzyme ESBL from K. pneumoniae, referred to as SHV (sulfhydryl variable), and the metabolite second from plants. The parameters analyzed were binding free energies, inhibition constants and visualization in 3D and 2D. The free energy of binding and the inhibition constant of the native ligand are -6.7 kcal/mol and 12.118 μM. The binding free energy values of apigenin 7-glucuronide and rosmarinic acid show higher potencies than the native ligand of SHV-1 (1,4-thiazepine).
Aktivitas Antibakteri Senyawa Aktif Esktrak Jintan Hitam (Nigella sativa) Terhadap Bakteri MRSA secara In Silico
Dea Khalissa Anidya;
Rini Madyastuti Purwono;
Dimas Andrianto;
Nina Tri Kusumawati
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 1 No. 2 (2023): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jvetbiomed.1.2.92-102.
Semakin tinggi penggunaan antibiotik akan meningkatkan risiko terjadinya resistensi bakteri. S. aureus merupakan bakteri penyebab mastitis tertinggi yaitu mencapai 67% diantara bakteri patogen penyebab mastitis lainnya. Akibat tingginya penggunaan antibiotik, terbentuklah strain S. aureus yang resisten yaitu MRSA. Bahan alami seperti jintan hitam bisa menjadi alternatif pengobatan penyakit menular bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat an-tibakteri ekstrak jintan hitam terhadap bakteri MRSA (ID:3VSL) secara in silico dan mengetahui zat aktif mana yang mempunyai potensi antibakteri terbaik. Berdasarkan hasil LC-MS dari 89 zat aktif yang teridentifikasi, 9 diantaranya mempunyai potensi antibakteri yang cukup baik dibandingkan sefotaksim setelah dilakukan prediksi bioavailabilitas dan toksisitas lipinski. Hasil analisis penelitian menunjukkan 3 zat aktif yang terdiri dari prolylleucine, (2-(1,3-ben-zodioxol-5-yl)-4,5,6,7-tetramethyl-1H-benzimidazole, dan Bis(4-ethylbenzylidene)) Sorbitol merupakan ligan produk alami dengan aktivitas antibakteri terbaik serta menjadi kandidat bahan aktif alternatif pengganti antibiotik.
Penarikan naskah: Efek diuretik ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) pada kadar kalium dan natrium urine tikus Sprague-Dawley
Madyastuti, Rini;
Nisa, Nunik Nida Choerun;
Wientarsih, Ietje
Current Biomedicine Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/currbiomed.1.1.10-18
Announcement of manuscript withdrawal: The author has voluntarily submitted a request for retraction of the published manuscript. Based on these considerations, the editorial board decided to permanently withdraw this manuscript from circulation, both in print and online.
Analisis In Silico Senyawa Flavonoid Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) pada Reseptor α-Amilase Sebagai Antihiperglikemik
Indah Kurnia Klara;
Purwono, Rini Madyastuti;
Achmadi, Pudji
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/avi.11.3.210-219
Pengujian in vitro dan in vivo kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai antihiperglikemik sudah dilakukan sebelumnya dan memberikan hasil yang efektif, namun mekanismenya pada hewan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme senyawa metabolit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) yang dapat menghambat enzim α-amilase pada hewan melalui penambatan molekuler secara in silico. Profil farmakokinetik ligan diprediksi berdasarkan aturan Lipinski. Prediksi toksisitas dilakukan menggunakan admetSAR. Reseptor diperoleh dari basis data PDB (ID 1OSE). Ligan pembanding yang digunakan adalah akarbosa. Penambatan molekuler dilakukan dengan menambatkan ligan uji brazilin, protosappanin B, protosappanin C, dan sappanchalcone pada enzim α-amilase menggunakan Autodock Vina. Penambatan molekuler dianalisis dengan energi ikatan (ΔG), konstanta inhibisi, serta ikatan kimia. Hasil penambatan molekuler menunjukkan semua ligan uji memiliki potensi sebagai antihiperglikemik. Ligan uji brazilin memiliki aktivitas penghambatan enzim α-amilase lebih baik daripada akarbosa berdasarkan nilai ΔG dan %BSS.
Potensi daun kumis kucing dalam meningkatkan hematopoiesis pada kondisi kerusakan ginjal
Satyaningtijas, Aryani;
Pamungkas, Joko;
Sa’diah, Siti;
Wientarsih, Ietje;
Purnawarman, Trioso;
Rini Madyastuti Purwono;
Nisa, Khoirun;
Nugroho, Radhitya Aryo;
Hadiyanti, Cresensia Rara;
Tarigan, Ronald
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/avi.11.3.189-195
Kerusakan ginjal berdampak pada proses eritropoiesis karena ginjal merupakan organ utama penghasil eritropoietin (EPO). Tanaman kumis kucing secara turun-temurun sudah digunakan untuk pengobatan gangguan saluran kemih, hipertensi, dan diabetes mellitus. Tanaman ini diketahui mengandung berbagai zat aktif yang bersifat nefroprotektif, seperti flavonoid, tannin, saponin, phenol, serta terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi tanaman kumis kucing untuk memperbaiki profil eritosit pada kondisi kerusakan ginjal yang diinduksi oleh etilen glikol. Sebanyak 35 ekor tikus galur Sprague Dawley jantan berumur 7 bulan dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan dengan pemberian etilen glikol dan atau ekstrak kumis kucing dengan lama permberian yang berbeda. Pemberian ekstrak daun kumis kucing mampu meningkatkan jumlah eritrosit pada tikus serta menekan penurunan jumlah eritrosit saat dan setelah pemberian etilen glikol. Selain itu, pemberian ekstrak kumis kucing juga mampu menurunkan jumlah leukosit serta rasio neutrofil: limfosit yang meningkat akibat induksi etilen glikol. Ekstrak kumis kucing memiliki potensi untuk memperbaiki proses eritropoiesis dan menekan peradangan pada kasus kerusakan ginjal.