Pendidikan vokasi bertujuan menyiapkan siswa untuk dapat masuk dunia industri atau pendidikan yang lebih tinggi yang di bekali keterampilan yang relevan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peningkatan hasil belajar teknik mesin frais pendidikan vokasi dan keterlibatan siswa kelas XI di SMKN 5 Padang dengan menerapkan model Siklus Belajar 5E. Penelitian ini adanya peningkatan progresif dalam aktivitas belajar peserta didik di seluruh siklus, meskipun persentase keseluruhan siswa yang memenuhi target penelitian masih di bawah ekspektasi. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi Learning Cycle 5E di pendidikan kejuruan berhasil menumbuhkan hasil belajar para siswa di aspek kognitif. Model ini memfasilitasi partisipasi aktif siswa dan eksplorasi materi pelajaran, sehingga terjadi peningkatan relatif signifikan yang sejumlah siswanya mencapai penguasaan materi. Hasil penelitian menampilkan keberhasilan pada peningkatan keterlibatan dan pemahaman siswa, yang mengarah kepada hasil belajar. Evaluasi dilakukan di tiap siklus dengan menggunakan soal-soal ranah kognitif untuk mengukur hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Siklus Belajar 5E merupakan pendekatan yang efektif untuk mengajarkan mata pelajaran kejuruan, melampaui indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya bahwa penelitian ini memiliki tingkat ketuntasan klasikal mencapai 87%, melebihi batas kelulusan minimal 75%. Maka dari itu, penelitian mendukung keefektifan Siklus Belajar 5E dalam peningkatan hasil belajar teknik mesin frain para peserta didik.
Copyrights © 2024