Kesehatan Mental di kalangan remaja Indonesia perlu menjadi sorotan bagi semua pihak. Banyak kasus akibat menurunnya mental remaja yang berujung pada depresi berat, hingga menyakiti diri sendiri. Pembinaan dan bimbingan bagi remaja harus dilakukan, baik orang tua, dan masyarakat sekitar. Kesehatan mental menjadi pendorong bagi remaja untuk meningkatkan semangat hidup, dan meningkatkan prestasi mereka guna mencapai cita-cita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh remaja yang sedang menempuh pendidikan formal sekaligus pesantren di Arrahmatul Abadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan terkait sosialisasi tentang pentingnya kesehatan mental dan fisik yang harus menjadi perhatian khusus bagi remaja mengingat masih kurangnya pemahaman untuk memperdalam hal tersebut. Selain itu hidup bersama-sama dengan jumlah santri yang banyak masih sulit mengukur apakah kesehatan mental dan fisik sudah ideal. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang berstatus pelajar sekaligus santri di sekolah Arrahmatul Abadiyah Banjarmasin. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi (ceramah) kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa antusias para remaja yang hadir mengikuti sosialisasi cukup tinggi. Selain itu materi kesehatan mental dan fisik dapat diterima dengan mudah karena menggunakan pendekatan studi kasus. Dari awal sampai akhir mereka menyimak sekaligus memberikan respon yang positif untuk diterapkan dilingkungan tempat mereka. Temuan di lapangan tidak terdapat gangguan kesehatan mental dan fisik yang signifikan dialami santri. Implementasi dari materi sosialisasi berupa aksinya dengan memperbaiki hubungan timbal balik antar sesama dan pola hidup yang sehat bagi santri.
Copyrights © 2024