Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena Rhotacism Fonetis (Cadel) dalam meningkatkan kemampuan bahasa arab terhadap anak yang mengalami gangguan berbicara. Secara fenomenologis yang kaitanya dengan proses pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap beberapa factor salah satunya ialah kesulitan untuk mengucapkan beberapa huruf dengan baik akibat dari adanya kendala pada artikulatornya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan mencoba menelusuri berbagai karya dan tulisan yang berhubungan dengan fokus kajian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karya-karya itu dibaca secara seksama lalu dianalis dan diinterpretasi secara kualitatif mengikut permasalahan kajian yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada beberapa kelainan yang menghambat kemampuan artikulasinya, diantaranya yaitu distorsi (distortion), dimana adanya pengubahan bunyi bahasa kepada bunyi yang tidak bisa digunakan, atau dapat mengubah arti dari keseluruhan kata atau malah tidak mengandung arti, hal ini disebabkan bunyi-bunyi tersebut tidak dikenal dalam bahasa pertamanya, yaitu bahasa Indonesia, seperti bunyi ق (qof), ط، ( ta), ظ، (za) diubah menjadi bunyi ض (dad); ث،ر،س، ز، ش، ك diubah menjadi bunyi ي, dan juga bunyi ف (fa) yang diubah menjadi bunyi م (mim) atau ن (nun). Serta semua bunyi vokal I (kasrah) akandiubah seperti bunyi vokal e^. Selain itu kelainan produksi suara yang disebut dengan nasality (produksi suara sengau), yang disebabkan karena adanya penyempitan atau tak berkembangnya lubang hidung sehingga pengeluaran udara tidak semestinya.
Copyrights © 2022