Hasil belajar IPA Terpadu siswa kelas V SDN/III Koto Rendah hanya 18,75% yang mencapai kriteria katuntasan minimun yang ditetapkan sekolah yaitu 74. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor seperti, siswa malas bertanya kepada guru jika materi pelajaran yang mereka tidak mengerti, dan kurangnya nimat baca terhadap materi pembelajaran IPA dari dalam diri siswa. Untuk mengatasai permasalahan tersebut peneliti mencoba menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN/III Koto Rendah. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus setiap siklus terdiri 2 kali pertemuan tatap muka dan 1 kali evaluasi. Adapun hasil penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari nilai rata-rata meningkat dari 30,51 pada siklus I menjadi 52,42 pada siklus II, dan menjadi 80,62 pada siklus III. Sementara dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari 0% pada siklus I menjadi 37,5% pada siklus II, dan menjadi 75% pada siklus III.
Copyrights © 2022