Penelitian ini mengkaji peran mahasiswa dalam mewujudkan moderasi beragama di Desa Weru Kidul, menghadapi kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan dukungan pihak terkait. Metodologi yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi program. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa aktif dalam pendidikan agama inklusif, kampanye toleransi, dan fasilitasi dialog antaragama, yang berkontribusi pada peningkatan sikap toleran dan penghargaan terhadap perbedaan. Kendala utama meliputi resistensi masyarakat dan keterbatasan sumber daya. Upaya yang dilakukan mencakup edukasi berkelanjutan, pencarian sumber daya alternatif, dan kerjasama dengan pihak terkait. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun dampak positif sudah terlihat, keberlanjutan memerlukan dukungan jangka panjang dari berbagai pihak untuk memastikan moderasi beragama dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024