Styrofoam yang telah dibuang tanpa ditangani lebih lanjut akan memberikan beban berat pada alam untuk penguraian. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar meminimalisir limbah styrofoam yang semakin meningkat yaitu salah satunya dengan memanfaatkan limbah styrofoam sebagai bahan tambah untuk perkerasan jalan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik campuran laston lapis antara dengan penambahan limbah styrofoam dalam campuran laston lapis antara. Komposisi campuran laston lapis antara serta pengujian Marshall untuk mendapatkan karakteristik campuran laston lapis antara dengan penambahan limbah Styrofoam abu jerami sebagai bahan substitusi filler semen. Hasil pengujian karakteristik campuran Asphalt Concrete –Binder Course (AC-BC) yang menggunakan bahan tambah limbah Styrofoam melalui pengujian Marshall Konvensional yaitu jika kadar limbah Styrofoam 1%, maka nilai VIM, VMA, dan Flowmengalami penurunan pada setiap kadar limbah Styrofoam, sedangkan untuk nilai Stabilitas dan VFB selalu meningkat pada setiap kadar limbah Styrofoam. Adapun hasil pengujian Marshall Immersion memperoleh nilai Stabilitas campuran dapat menahan rendaman selama 24 jam.
Copyrights © 2021