Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 bottom ash dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Oleh karena, itu penulis memanfaatkan limbah bottom ash sebagai substitusi alternatif material campuran beton untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Sebagian besar permukaan bumi merupakan wilayah laut, unsur garam yang paling dominan terkandung dalam air laut adalah NaCl yang diketahui bersifat agresif terhadap beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase bottom ash pada campuran beton. Persentase penggunaan subtitusi bottom ash sebagai semen sebesar 5%, 10% dan 15%. Dalam pembuatan benda uji dengan ukuran 15 cm x 30 cm dan 60 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 45 sampel, menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Pengujian yang akan dilakukan yaitu pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas beton dengan kuat tekan rencana sebesar 23 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan 28 hariberturut-turut sebesar 26,031 MPa, 25,182 MPa, dan 23,201 MPa. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa campuran beton dengan subtitusi bottom ash ini mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase subtitusi bottom ash
Copyrights © 2020