Vitamin D atau “sunshine vitamin” menjadi salah satu mikronutrien penting yang telah diketahui berfungsi penting dalam pencegahan penyakit, khususnya penyakit paru. Sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D sangat melimpah di Indonesia. Sayangnya, beberapa populasi khusus seperti santri di pondok pesantren masih beresiko mengalmi kekurangan vitamin D karena kurangnya intensintas paparan matahari, asupan vitamin D rendah, hingga pakaian yang menutupi terpapar sinar matahari. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan penggunaan suplemen Vitamin D pada kesehatan Paru di PP. Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode analitik observasional dalam mengolah data kuesioner. Mitra PKM terdiri dari 71 santri dan santriwati Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan. Kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil Uji T test berpasangan pengetahuan santri, diketahui nilai rerata pre-test (67) berbeda signifikan dengan nilai post-test (93) dengan P<0,05. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh pemberian penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan santri mengenai Vitamin D. Kesimpulan yang didapat adalah santri mampu memahami peran dan manfaat vitamin D setelah diberikan penyuluhan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hariannya dan terhindar dari penyakit paru.
Copyrights © 2023