Masyarakat lanjut usia erat kaitannya dengan banyak komorbiditas salah satunya sindrom metabolik. Gereja Katolik turut berperan serta mengembangkan jemaat lansia melalui komisi lansia yang bertujuan untuk mewujudkan karakter kristiani dan peningkatan kualitas hidup umat lansia agar sehat secara fisik, mental dan rohani baik sebagai individu, anggota dalam keluarga maupun komunitas. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat, membantu meringankan beban saudara yang membutuhkan, serta membantu pemerintah dalam mewujudkan program pelayanan kesehatan, khususnya kedokteran pencegahan dari penyakit-penyakit terkait sindrom metabolik melalui kegiatan promosi kesehatan dan skrining pencegahan sindrom metabolik. Kegiatan yang dilakukan mencakup pengukuran antropometri tinggi dan berat badan, lingkar pinggang-panggul, kadar lemak, tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol menggunakan alat medis yang sesuai. Kegiatan edukasi pencegahan untuk setiap masing-masing individu masyarakat turut dilakukan melalui konsultasi dengan dokter setelah melalui pemeriksaan kesehatan. Terdapat 233 masyarakat yang dilayani dengan hasil didapatkan usia 44,64 tahun dimana proporsi perempuan 65,6%, obesitas 41,63%, hipertensi 48,5%, hiperglikemia 2,15%, dan dislipidemia 75,54%. Tingkat pengetahuan masyarakat jemaat terhadap sindrom metabolik sebesar 86,78 poin dengan skor domain gejala sindrom metabolik paling tinggi skornya (92,7 poin). Masyarakat perlu meningkatkan kesehatan diri dengan menghindari risiko sindrom metabolik dan mencegah komplikasinya.
Copyrights © 2024