Penguatan pelayanan kesehatan khususnya pencegahan anemia , pemerintah telah melakukan berbagai Upaya seperti pemberian tablet Fe yang mana dilakukan pada masing2 sekolah pada kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah atau (UKS) , sasaran dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat kelompok khusus remaja ini adalah siswi SMAN 7 Surabaya. Metode: ceramah dan tanya jawab secara luring. Materi yang diberikan pengertian anemia, dampak yang terjadi anemia pada remaja sampai dengan kebiasaan konsumsi asupan asam folat, B12, Fe dan cara mengukur status gizi memakai antropometri dengan IMT , Praktek menghitung antropometri, AMB dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) mengetahui status gizi, menghitung kebutuhan kalori dalam sehari dan melakukan food recall 24 jam yang melakukan skrening pemeriksaan haemoglobin (HB). Hasil dan pembahasan pengetahuan teori anemia gizi dan pencegahan anemia gizi juga praktek ketrampilan menghitung kebutuhan kalori (AMB) dan pembiasaan makan dengan mengisi food recall 24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan di konversikan dengan food picture untuk perbaikan status gizi, sesuai dengan nilai yang di dapat semua siswi yang di berdayakan sebagai kader remaja semua dalam kategori baik hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebagai kader kesehatan remaja dari hasil evaluasi pengetahuan dan ketrampilan tersebut didapatkan hasil sangat baik dengan nilai 94%. Rata-rata didapatkan hasil 36 orang (72%) pemeriksaan Haemoglobin pada remaja putri didapatkan 13 orang (26%) yang terdeteksi anemia. Kesimpulan peningkatan pengetahuan kader kesehatan siswi dalam pembiasaan konsumsi bahan penukar makan yang mengandung zat gizi (asam folat, B12 dan Fe) dan pengukuran status gizi, sikap dan ketrampilan menghitung kebutuhan kalori sebagai pencegahan anemia gizi pada remaja putri di SMAN 7 Surabaya sebagian besar mempunyai pengetahuan baik. peningkatan kader kesehatan siswi hasil didapatkan dari pengisian food recall 24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ)
Copyrights © 2024