Potensi lahan basah di Kalimantan Selatan yang kaya akan flora dan faunanya berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tumbuhan khas lahan basah seperti purun tikus (Eleocharis dulcis) dan purun danau (Lepironia articulata Retz.) merupakan tumbuhan berserat panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan bernilai tinggi yang dapat menopang perekonomian masyarakat dan menciptakan lingkungan lestari. Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan dan nilai tambah potensi lahan basah bagi masyarakat dengan asas kelestarian (lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi) diperlukan upaya-upaya meningkatkan orientasi wirausaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di dalam dan di sekitar lahan basah, dimana orientasi wirausaha tersebut dicirikan dengan daya inovasi, sikap proaktif dan perilaku pengambilan resiko yang menunjang bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha masyarakat. Pengukuran dan analisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi indikator tahap pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan semua elemen orientasi wirausaha pengrajin purun meningkat setelah delapan minggu sejak dilaksanakannya pelatihan dimana skor daya inovasi meningkat dari skor 2.19 menjadi 3.04, sikap proaktif meningkat dari skor 2.65 menjadi 3.28, dan perilaku pengambilan resiko meningkat dari skor 2.07 menjadi 2.47. Dengan demikian orientasi wirausaha sangat membantu para wirausaha pengrajin purun dalam meningkatkan daya saing berkelanjutan, serta meningkatkan kepercayaan, kepuasan dan loyalitas pelanggan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja usaha baik kinerja finansial berupa laba usaha, maupun kinerja strategis seperti peningkatan andil pasar, dan segmen pasar. Kata kunci: Orientasi wirausaha; Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM); Kelestarian lingkungan; Keberlanjutan ekonomi-sosial-ekonomi lahan basah
Copyrights © 2024