Abstrak Penelitian yang berjudul Makna filosofi makanan tradisional aceh masa perjuangan kemerdekaan Indonesia ini merupakan penelitian lapangan (field research) karena dalam memperoleh data terkait penelitian, peneliti langsung terjun dilapangan. Penelitian ini dapat diketegorikan sebagai jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif dan historis. Sumber data utama dalam penelitian ini akan berupa wawancara mendalam dengan Sekretaris Desa, Kepala Lembaga Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan beberapa warga sekitar di Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang.. Selain itu, Selain itu penulis mengumpulkan data sekunder yaitu berupa buku, jurnal dan dokumentasi hasil penelitian.. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu pemaparan dan penggambaran dengan uraian hasil penelitian yang diperoleh peneliti langsung dilapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil dari wawancara pihak terkait serta dokumentasi terkait. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa hanya empat jenis makanan yang ditemukan yang menjadi logistik perang Aceh dan memiliki makna yang terkandung dari setiap makanan tersebut. Adapun jenis makanan tersebut adalah: Sie Balu (daging dijemur), Sie Reuboh (daging direbus), Keumamah (ikan kayu) dan Eumping mulieng (kerupuk melinjau). Kata Kunci: Makanan tradisonal, Masa perjuangan kemerdekaan
Copyrights © 2024