Proses pengelasan stub shaft di PT X Indonesia masih menggunakan meja manual tidak berputar, sehingga berakibat pada hasil pengelasan stub shaft yang berbentuk oval, dengan begitu mengharuskan operator welder melakukan penambahan pengelasan yaitu 4-6 kali pengelasan memutar supaya hasil pengelasan berbentuk sesuai apa yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, penelitian tentang rancang bangun dan analisis variasi kecepatan putaran welding rotary table pada proses pengelasan stub shaft guna meningkatkan kualitas hasil pengelasan sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempercepat proses pengelasan, Melakukan analisa kecepatan normal yang diperlukan untuk melakukan pengelasan stub shaft, dan meningkatkan kualitas hasil pengelasan dengan membuat welding rotary table sebagai alat bantu dalam melakukan stub shaft. menggunakan motor listrik 0,5 Hp 1380 Rpm dan kontrol kecepatan menggunakan inverter ATV310. Metode yang digunakan untuk merancang bangun welding rotary table yaitu Identification of need, Definition of problem, Synthesis, Analysis and Optimization, Evaluation, dan Preparation. Pengujian pengelasan stub shaft menggunakan welding rotary table dilakukan pada shaft Ø100 dan Ø125. Hasil menunjukkan pengelasan pada layer 1 paling baik jika digunakan pada frequensi 7,6-7,1 Hz atau 2,28-2,3 rpm. Pada layer 2 paling baik jika digunakan frequensi 7-5,3 Hz atau 2,1-1,59 rpm. Pada layer 3 paling baik jika digunakan frequensi 4,1-3,4 Hz atau 1,23-1,02 rpm. Pada layer 4 paling baik jika digunakan frequensi 3,1-2,7 Hz atau 0,93-0,81 rpm. Pada layer 5 paling baik jika digunakan frequensi 2,4-2,1 Hz atau 0,72-0,63 rpm. Pada layer 6 paling baik digunakan frequensi 2,2-2 Hz atau 0,66-0,6 rpm. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk pengelasan stub shaft menggunakan alat welding rotary table yaitu berkisar 10-11 menit.
Copyrights © 2024