Bale Perantenan dan Bale Kul-kul adalah fasilitas yang sangat penting bagi keberadaan sebuah banjar. Sementara bale kul-kul digunakan oleh masyarakat Bali untuk berkumpul, berkumpul dalam bale banjar yang dilengkapi dengan kul-kul yang menggantung. Bale perantenan biasanya disebut sebagai dapur suci di pura, di Banjar Kederi, yang terletak di Desa Pekraman Singapadu Kaler. Permasalahan yang terjadi adalah bale perantenan tidak cocok untuk kegiatan krama banjar karena alasan, sebagai berikut; a. estetika, b. struktur bangunan, dan c. efektivitas pemanfaatan. Selain itu, bale kul-kul tidak tersedia di banjar tersebut. Krama banjar telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan. Perencanaan bale perantenan dan balu kul-kul serta mengacu pada sikut dan kondisi bangunan yang ada dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan:1. Tahap kegiatan permulaan yaitu mengukur kondisi eksisting bangunan yang ada, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada aparatur dinas maupun adat beserta tokoh masyarakat, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Bale Perantenan dan Bale Kul-Kul.
Copyrights © 2024