Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Redesain Pasar Kreneng Desa Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Utara dengan Pendekatan Pasar Sehat: bahasa indonesia Putra, I Gede Krisna; Mustika, Ni Wayan Meidayanti; Sugihantara, I Ketut; Widanan, I Wayan; Mahayani, Ni Komang Indra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9791.102-110

Abstract

Kreneng Market has been established since 1979. Based on observations, the current condition of Kreneng Market is not as good as previous conditions. There are several facilities that are poorly maintained and therefore look rundown and dirty, starting with several stalls with holes in the ceiling, poor lighting systems, poorly organized circulation patterns, and disorganized distribution and grouping between types of goods. Apart from that, there is also a lack of parking space; many public transport and cars carrying merchandise park their vehicles on the side of the road, which causes traffic jams. With this redesign, it is hoped that it will be able to provide and fulfill appropriate facilities for traders and visitors, such as loading and unloading areas, adequate parking facilities, health facilities, as well as grouping stalls or stalls of traders based on their trade. This research is qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study. The healthy market approach that will be planned will emphasize circulation aspects, interior layout arrangements, interior materials, and the use of furniture.
Contextual Approach in Designing Informal School for Children in Tulamben Village, Karangasem Collaboration of Warmadewa Architecture-Journeyman International-Suwandi Foundation Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya; Prabandari, Nyoman Ratih; Wiguna, Made Mas Surya; Mahayani, Ni Komang Indra; Widyantara, Dewa Putu; Saputra, I Kadek Yadnya; Ramadhani, Annastashya
Lentera Karya Edukasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/lekaedu.v3i1.58644

Abstract

Informal school in Tulamben Village, Karangasem by Warmadewa Architecture-Power of Experience-Humanity Projects, The Journeyman International, and Suwandi Foundation use Contextual Approach on the design and build process. This Project aims to help the community in Tulamben  provide an informal school with Contextual approach and child friendly design. This approach was applied by using the local material, community support on the building process, open plan layouting, maximizing air circulation and natural lighting, and environment and child  friendly. This collaboration focuses on safety and children's spatial needs as users. The results of these activities are Informal School design works and the constructed building with children and environment-friendly approach. The design and construction of an informal school for children in Tulamben Village only pays attention to target users and adjustments to the surrounding environment, and has not considered the wider community aspect yet.
Perancangan Bale Perantenan (Dapur Suci) dan Bale Kul-Kul Pura Nataran Br. Kederi Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Bali Mahayani, Ni Komang Indra; Prasandya, Km Deddy Endra; Laksmi, Ida Ayu Cri Vinantya
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rnkcmn67

Abstract

Bale Perantenan dan Bale Kul-kul adalah fasilitas yang sangat penting bagi keberadaan sebuah banjar. Sementara bale kul-kul digunakan oleh masyarakat Bali untuk berkumpul, berkumpul dalam bale banjar yang dilengkapi dengan kul-kul yang menggantung. Bale perantenan biasanya disebut sebagai dapur suci di pura, di Banjar Kederi, yang terletak di Desa Pekraman Singapadu Kaler. Permasalahan yang terjadi adalah bale perantenan tidak cocok untuk kegiatan krama banjar karena alasan, sebagai berikut; a. estetika, b. struktur bangunan, dan c. efektivitas pemanfaatan. Selain itu, bale kul-kul tidak tersedia di banjar tersebut. Krama banjar telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan. Perencanaan bale perantenan dan balu kul-kul serta mengacu pada sikut dan kondisi bangunan yang ada dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan:1. Tahap kegiatan permulaan yaitu mengukur kondisi eksisting bangunan yang ada, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada aparatur dinas maupun adat beserta tokoh masyarakat, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Bale Perantenan dan Bale Kul-Kul.
Perencanaan Rehabilitas atau Rumah Singgah Pengobatan Pasien HIV/AIDS dan Narkoba Sebagai Bentuk Layanan Sosial Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Mahayani, Ni Komang Indra; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rkcrhc36

Abstract

Bali Peduli memberikan layanan HIV terutama kepada populasi kunci di wilayah Kuta, Seminyak dan Denpasar yang memiliki fokus khusus pada wanita hamil, wanita dan anak-anak, wanita pekerja seks, LSL, dan pengguna narkoba infus. Permasalahan yang terjadi adalah kurang efektif perencanaan ruang dalam yayasan bali peduli diantaranya; a. efektivitas pemanfaatan, b. Masalah ruang terhadap psikologi pasien, dan c. masalah pencegahan. Selain itu, proses atau alur pasien dan ketersediaan rumah singgah belum tersedia. Tim Pengelola telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan.  Perencanaan ruang dalam dan rumah singgah untuk pasien HIV/AIDS serta mengacu pada kondisi pasien serta pengelola dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan: 1. Tahap kegiatan permulaan yaitu Mencari data dengan wawancara pengelola maupun keingin pasien yang ingin melakukan pengobatan, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada Atasan maupun pengelola, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Ruang dalam Yayasan Bali Peduli
Rencana Penataan Zona Penerimaan Kawasan Mangrove untuk Komunitas Nelayan di Desa Pemogan Prasandya, Km Deddy Endra; Mahayani, Ni Komang Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9683

Abstract

Pemanfaatan kawasan mangrove untuk pengembangan pesisir menuntut keseimbangan antara kepentingan sosial-ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. KUB Simbar Segara, komunitas nelayan di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, menghadapi persoalan terkait kurang tertatanya zona penerimaan kawasan mangrove, meskipun telah memperoleh izin pemanfaatan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Topik ini penting karena zona penerimaan berperan menentukan citra destinasi dan pengalaman awal wisatawan yang berdampak pada keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu komunitas nelayan Simbar Segara menata, merancang, dan mengembangkan zona utama ekowisata mangrove yang berperan sebagai zona penerimaan yang akan memberikan pengalaman berwisata awal kepada pengunjung. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan inovasi, pendampingan, serta rencana keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas lingkungan yang diketahui dari ilustrasi desain kawasan serta adanya peningkatan pemahaman terkait image identity/ citra destinasi bagi komunitas nelayan. Masterplan zona penerimaan kawasan ekowisata mangrove yang dihasilkan tetap berlandaskan pelestarian lingkungan mangrove, menjadikan kawasan hutan mangrove sebagai daerah tujuan wisata terbatas, meningkatan sosial - ekonomi komunitas setempat, dengan menguatkan citra destinasi melalui desain. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pengembangan berbasis komunitas dalam mewujudkan ekowisata pesisir yang berkelanjutan.
Availability And Quality Of Denpasar City Regional Pedestrian Paths As An Effort To Improve Bali Tourism Mahayani, Ni Komang Indra; Warnata, I Nyoman; Meila Utami, Putu Padma Sthri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 6 No 2 (2023): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v6i2.174

Abstract

Creating a compact and pedestrian-friendly city, some urban areas require land that is structured so that it is easily accessible, so that pedestrians can find their destination while walking. A phenomenon that is often found is misuse of the function of pedestrian facilities. Misuse of pedestrian facilities is a frequent problem. One of the quickest methods to solve this problem is to have accessibility for pedestrians. This can increase the attractiveness of a city that provides facilities for residents and tourists to carry out activities. The aim of this research is to identify the quality and availability of pedestrian paths desired by users. Using quantitative methods by distributing questionnaires randomly, data analysis techniques are descriptive statistical analysis. The results of this research conclude that the Denpasar City area has different criteria regarding the quality and availability of desired pedestrian paths. Pedestrian path users hope to make the city pedestrian-friendly and should be designed with wide pedestrian dimensions. Making a pedestrian-friendly city requires attention to safety, beauty and pedestrian amenities. This illustrates that there is no walkable city that users want in Denpasar City. Further research is looking for places in Denpasar City that are suitable for walking for residents and tourists.