Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menjadikan media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter memungkinkan miliaran orang untuk terhubung dan berbagi informasi, termasuk pandangan dan praktik keagamaan. Artikel ini mengeksplorasi peran media sosial dalam mempengaruhi moderasi beragama, khususnya dalam konteks masyarakat Desa Medang Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama dan toleransi, namun juga memiliki potensi menyebarkan radikalisme dan disinformasi yang dapat memicu polarisasi sosial. Oleh karena itu, pendekatan yang bijak dalam penggunaan media sosial diperlukan untuk mendukung dialog antaragama yang konstruktif dan memperkuat kerukunan masyarakat. Media sosial dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama jika digunakan dengan tepat dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2024