Kemampuan numerasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar yang mendukung anak berpikir logis, memecahkan masalah, serta mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi siswa lamban belajar (slow learner). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan numerasi anak lamban belajar dalam mengenal angka dan bilangan 1-10. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tujuh siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data terkait kemampuan numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung saat pembelajaran berlangsung, wawancara dengan siswa dan guru, serta dokumentasi hasil kerja siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait pemahaman numerasi. Media konkret berupa kancing dan kelereng digunakan sebagai alat bantu visual guna memfasilitasi pemahaman konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari tujuh siswa mampu mengenali angka 1-10 dengan baik setelah menggunakan media konkret, serta mengalami peningkatan motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan alat peraga konkret dan bimbingan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktik pendidikan dalam merancang strategi pengajaran yang lebih inklusif dan adaptif untuk anak lamban belajar.
Copyrights © 2024